Antrean Truk Solar Bertahun-tahun Ganggu Mobilitas Warga, Nasir Abdul Fattah Dorong Penertiban
DONGGALA - Antrean truk pengisi solar yang bertahun-tahun memenuhi bahu jalan di Tanjung Batu, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, membutuhkan penanganan serius. Penataan lokasi antrean dan penyediaan tempat tunggu yang memadai diperlukan agar jalan umum tetap berfungsi optimal dan mobilitas warga tidak terus terganggu.
Setiap hari, truk yang menunggu giliran mengisi bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di SPBU Kelurahan Tanjung Batu, Kecamatan Banawa, berbaris di bahu jalan hingga memakan sebagian badan jalan. Antrean berlangsung hingga malam. Ketika pasokan solar habis, sejumlah kendaraan bahkan tetap parkir sampai keesokan hari, mempersempit ruang gerak pengguna jalan di ruas dua arah tersebut.
“Jalan tersebut baru saja diperbaiki dan diperlebar oleh Pemerintah Kabupaten Donggala, saat ini juga sedang ada pekerjaan drainase. Jangan sampai infrastruktur yang dibangun untuk kepentingan masyarakat justru tidak bisa dimanfaatkan secara optimal karena dijadikan tempat antrean truk,” kata Sekretaris Komisi I DPRD Donggala Nasir Abdul Fattah, Selasa (27/10/2026).
Legislator Partai Perindo ini mengungkapkan persoalan antrean truk tersebut telah berlangsung selama bertahun-tahun. Dia mendorong Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Donggala bersama pengelola SPBU segera merumuskan penanganan yang dapat diterapkan secara konsisten agar aktivitas pengisian solar tidak terus mengganggu fungsi jalan umum.
Menurutnya, penanganan perlu diwujudkan melalui pengaturan langsung di lapangan, bukan sekadar koordinasi. Evaluasi pola antrean, penertiban parkir yang menghambat lalu lintas, serta pengawasan berkala diperlukan untuk mencegah kendaraan berat menumpuk di bahu jalan.
Nasir juga menyebut tersedia ruang yang dinilai lebih layak untuk pemberhentian sementara kendaraan berat. Lokasi tersebut dapat dikaji sebagai tempat tunggu alternatif agar truk tidak perlu berjejer di jalan ketika menanti giliran pengisian atau saat pasokan solar belum tersedia.
“Yang perlu kami ketahui adalah sejauh mana koordinasi yang sudah dilakukan dan apa kendalanya. Kami ingin ada solusi yang jelas agar warga tidak terus terganggu saat melintas di jalan tersebut,” tutur Nasir.
Dia mengatakan DPRD Donggala akan meminta penjelasan dari Dishub dan pengelola SPBU apabila kondisi tersebut belum berubah pada pekan ini. Pembahasan itu diharapkan menghasilkan langkah penanganan yang terukur, termasuk kejelasan lokasi tunggu dan mekanisme pengawasan antrean.
“Berapa tahun lagi butuh untuk menertibkan kendaraan di Tanjung Batu? Minggu ini jika masih sama, kami panggil pihak terkait untuk cari solusi yang jelas,” kata Nasir.


