Wujudkan Ruang Belajar Kondusif, Legislator Perindo Binsar Simarmata Tanamkan Nilai HAM Sejak Dini
MEDAN – Penghormatan terhadap hak asasi manusia (HAM) tidak hanya berkaitan dengan persoalan hukum, tetapi juga tercermin dalam perilaku sehari-hari, termasuk di lingkungan sekolah. Kesadaran tersebut menjadi salah satu hal yang ditekankan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Perindo, Binsar Simarmata, dalam pembinaan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan.
Melalui program Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (PIP-WK) Tahun Anggaran 2026, Binsar mengangkat tema HAM dalam kegiatan penyuluhan interaktif di halaman SMP Budi Murni 2, Jalan Kapiten Purba, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan.
Dalam kegiatan tersebut, Binsar menyoroti pentingnya menanamkan penghormatan terhadap martabat manusia sejak dini. Lingkungan sekolah yang mempertemukan siswa dari beragam suku dan latar belakang menjadi ruang penting untuk membiasakan sikap saling menghargai.
"Setiap sila dalam Pancasila mengandung nilai luhur yang menegaskan pentingnya menghormati harkat dan martabat manusia. Di tengah keberagaman suku dan latar belakang yang ada di lingkungan sekolah, setiap individu harus menjunjung tinggi sikap saling menghargai," kata Binsar dalam keterangannya, Senin (26/10/26).
Menurut Binsar, pemahaman HAM juga perlu diwujudkan melalui pemenuhan hak-hak siswa dalam proses pendidikan. Setiap pelajar berhak memperoleh fasilitas belajar, mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, serta mendapatkan ilmu dan bimbingan dari guru.
Namun, pemenuhan hak tersebut perlu berjalan beriringan dengan pelaksanaan kewajiban. Sikap sopan, santun, tertib, dan menghormati sesama menjadi bagian dari tanggung jawab siswa dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif.
"Selama berada di sekolah, para murid memperoleh berbagai hak yang harus dihormati. Namun, hak tersebut juga harus diimbangi dengan kewajiban untuk selalu berperilaku baik, sopan, dan santun," ujar Binsar.
Penanaman kesadaran tersebut, menurut Binsar, perlu diterjemahkan ke dalam kebiasaan konkret selama siswa mengikuti pembelajaran. Menghormati guru, menjaga ketertiban kelas, dan tidak mengganggu teman merupakan perilaku sederhana yang dapat mencerminkan penghargaan terhadap hak orang lain.
"Pesan saya untuk anak muda, jadilah pelajar yang menjadi teladan, bersikap tertib di kelas, memperhatikan penjelasan guru, serta menghargai teman dengan tidak mengganggu mereka saat sedang mengikuti pembelajaran," tutur politisi yang duduk di Komisi II DPRD Kota Medan ini.
Perspektif akademis mengenai HAM turut disampaikan Berlian Simarmata, akademisi Universitas Katolik Santo Thomas Medan, yang hadir sebagai narasumber. Dia menekankan bahwa penghormatan terhadap hak dasar setiap manusia menjadi landasan penting bagi kehidupan bersama.
"Hak Asasi Manusia merupakan hak dasar yang melekat pada diri setiap insan sejak lahir sebagai anugerah Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, sifatnya universal dan wajib dihormati demi menjaga harmoni sosial serta mencegah perpecahan bangsa," kata Berlian.
Sebagai legislator Fraksi Partai Perindo, Binsar menjalankan kegiatan PIP-WK melalui edukasi mengenai Pancasila, wawasan kebangsaan, dan HAM. Penekanan pada perilaku sehari-hari menjadi bagian dari upaya membangun pemahaman pelajar mengenai kehidupan bersama yang menghormati hak dan tanggung jawab setiap individu.


