Daftar Anggota
  • Berita
  • Apresiasi PSSI & Pemilik Klub Beli Tiket Timnas Vs Argentina Sendiri, Effendi Syahputra: Wujud Profesionalitas Federasi
Apresiasi PSSI & Pemilik Klub Beli Tiket Timnas Vs Argentina Sendiri, Effendi Syahputra: Wujud Profesionalitas Federasi
Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Perindo Effendi Syahputra

Apresiasi PSSI & Pemilik Klub Beli Tiket Timnas Vs Argentina Sendiri, Effendi Syahputra: Wujud Profesionalitas Federasi

Selasa 06 Juni 2023 19:36 WIB

JAKARTA - Ketua Umum PSSI Erick Thohir (ET) menyatakan tidak ada tiket gratis pada pertandingan Indonesia vs Argentina. Jajaran pengurus PSSI dan pemilik klub akan menyaksikan laga Indonesia vs Argentina dengan membeli tiket dari kantong pribadi masing-masing.

Merespons hal tersebut, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP Partai Perindo Effendi Syahputra mengapresiasi ketegasan ET dalam urusan tiket.

Effendi Syahputra --yang merupakan bacaleg DPRD DKI Jakarta Dapil 7, yang meliputi Jakarta Selatan (Kecamatan Kebayoran Baru, Kebayoran Lama, Cilandak, Pesanggrahan, dan Setiabudi) itu-- menyebutkan, hal itu merupakan budaya baru yang patut dilestarikan.

"Kita apresiasi PSSI yang membudayakan anggotanya untuk membeli tiket tidak lagi berharap gratisan, ini sebagai wujud keprofesionalan federasi kita dan kita harap bisa konsisten terus ke depannya begini," kata Effendi, Selasa (6/6/2023).

Politisi Partai Perindo --partai yang ditetapkan KPU bernomor urut 16 pada kertas suara Pemilu 202r itu-- melanjutkan, dengan adanya hal tersebut ia meminta PSSI untuk mengalokasikan tiket dengan jumlah tertentu untuk mereka.

Juru bicara nasional Partai Perindo --partai yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu-- menyebutkan, dengan keikutsertaan dalam organisasi sepak bola, bukti mereka penggemar sepak bola sesungguhnya.

"PSSI juga harus mengalokasikan tiket dengan jumlah tertentu kepada para klub-asprov dan football family secara khusus, karena takutnya kalau semua dibiarkan umum justru para penggemar sepak bola yang sesungguhnya. Football family sebenarnya akhirnya kalah bertarung di _war_ tiket yang akhirnya harus beli lebih mahal dari para calo tiket," ujar Effendi.