Atasi Kenaikan Harga Telur, Partai Perindo Malang Usul Peternak Bermitra dengan Petani
Selasa 30 Agustus 2022 14:26 WIBMALANG -- Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kota Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly memberikan alasan mengapa harga telur ayam yang terus mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir ini.
"Harga telur naik kemungkinan karena dipicu naiknya harga pakan ayam," kata Laily, Selasa (30/8/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Harga telur ayam saat ini melambung di Kota Malang. Per 23 Agustus 2022 harga telur ayam di tingkat eceran naik menjadi Rp30-31 ribu per kilogram dari harga sebelumnya Rp21-22 ribu.
Menurutnya saat ini harga pakan ayam meningkat hingga 27 persen, sementara harga jagung tembus 30 persen. Meningkatnya harga jagung tidak terlepas dari harga pupuk yang naik menjadi 20 persen. Imbas kenaikan harga pupuk, jagung dan pakan membuat harga telur juga ikut-ikutan.
Ia menjelaskan kenaikan harga telur juga ada hubungannya dengan kondisi pasca-pandemi. Penyebab lain karena Indonesia sedang dalam kondisi new normal pasca-pandemi Covid-19.
Dengan kondisi ekonomi yang belum pulih seutuhnya, tentu memberikan dampak ke sejumlah faktor seperti kenaikan harga pangan termasuk telur ayam.
"Situasi kondisi ini tentu berdampak. Ini merupakan rekor dalam 5 tahun di mana telur dengan harga tertinggi. Semoga harga telur cepat turun dengan turunnya harga pakan ternak," paparnya.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Untuk mengatasi kenaikan harga telur, ia mengimbau peternak ayam melakukan kerjasama dengan petani jagung dengan menyiapkan stok bahan baku yang berkelanjutan.
"Seperti pabrik pakan itu punya gudang yang mampu menampung stok hingga tiga bulan berikutnya," pungkas Laily.
Bacamalang


