Daftar Anggota
  • Berita
  • Atlet PON asal NTT yang Rumahnya Akan Dibedah Partai Perindo, Cermin Anak Muda Pekerja Keras
Atlet PON asal NTT yang Rumahnya Akan Dibedah Partai Perindo, Cermin Anak Muda Pekerja Keras

Atlet PON asal NTT yang Rumahnya Akan Dibedah Partai Perindo, Cermin Anak Muda Pekerja Keras

Kamis 28 Oktober 2021 19:58 WIB

JAKARTA - Masih ingat atlet peraih emas PON XX dari NTT yang dijemput di Bandara El Tari Kupang dengan mobil pick up? Ya, Susanti Ndapateka.
 
Peraih emas cabang Olahraga Muaythai itu belakangan diketahui tinggal bersama keluarganya di rumah yang sangat sederhana di Desa Kuamasi, Kecamatan Fatuleu, Kabupaten Kupang. 
 
Rumah tinggal keluarganya beratapkan daun gewang dan berdinding bebak. 
 
Namun di tengah keterbatasan tersebut dia rajin berlatih, termasuk dengan alat-alat seadanya di sekitar rumah dan hasilnya luar biasa meraih medali emas PON.
 
Beruntungnya profiling Susanti Ndapateka yang viral di sosial media, menyentuh hati banyak orang. Salah satunya dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo.
 
Atas prestasi Susanti di tengah keterbatasan finansial keluarganya, Hary Tanoe berempati untuk melakukan bedah rumah yang ditinggali atlet muaythai itu bersama orang tuanya.
 
“Ini bentuk apresiasi, sekaligus pesan kepada generasi muda bahwa keterbatasan tidak menghalangi keberhasilan. Dengan Kerja cerai dan kesungguhan, prestasi data dirai,” kata Sekjen DPP Partai Perindo Ahmad Rofiq.
 
Menurut Rofiq, rencana bedah rumah Susanti Ndapateka merupakan ide dari Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoe. 
 
“Apresiasi ini bukan semata-mata kasihan, tetapi ingin memberikan pesan bahwa prestasi itu akan bisa didapat bukan karena semata-mata hanya karena fasilitas yang lengkap,” ujarnya.
 
Tetapi, lanjut dia, prestasi bisa didapat atas dasar kerja keras, bekerja sungguh-sungguh tanpa harus toleh kanan toleh kiri.
 
“Kita ingin memberi pesan kepada generasi muda bahwa contohilah peraih medali emas ini dengan segala keterbatasan yang ada bisa berprestasi,” timpalnya. 
 
Partai Perindo juga ingin berpesan agar para pemuda jangan selalu menuntut fasilitas. 
Jika ingin berkarya, ingin berbuat, jauh lebih maksimal untuk bangsa dan negara, dia harus bekerja keras dan sungguh-sungguh. 
 
“Dari situlah dia akan mendapatkan sebuah karya besar,” kata Rofiq.

Dari situ juga,  nanti masyarakat atau civil society atau pemerintah akan memberikan perhatian lebih, bahkan mendukung terhadap terhadap kegiatan para pemuda yang berprestasi.