Daftar Anggota
  • Berita
  • Bantu Anak TKI, RPA Perindo Kawal Pemulangan Ibunya dari Malaysia
Bantu Anak TKI, RPA Perindo Kawal Pemulangan Ibunya dari Malaysia
Mahendra Sastrawardana (22) menemui perwakilan dari Ketua Relawan Perempuan dan Anak (RPA) Perindo

Bantu Anak TKI, RPA Perindo Kawal Pemulangan Ibunya dari Malaysia

Rabu 06 Oktober 2022 06:54 WIB

JAKARTA - Ketua Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Tama S. Langkun mendampingi Mahendra Rastrawardana yang ibunya menjadi TKI di Malaysia ke Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemenlu RI).

Tama mendampingi ke Kemenlu RI, karena ibunda dari Mahendra, Suci Anjarwati tidak kunjung pulang ke Tanah Air. Padahal, kontrak kerjanya sudah selesai.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Dijelaskan Tama, kronologi bermula sekitar Oktober 2019 ketika Suci mendapatkan tawaran dari seseorang yang mengaku dari agensi resmi penyalur TKI.

Karena tertarik dengan tawaran tersebut, Suci pun menyetujui ajakan untuk bekerja di Malaysia.

"Keluarga sendiri itu tahunya dia (agen) resmi, tapi ternyata begitu sampai di sana ada banyak hal-hal yang kemudian kami anggap janggal," kata Tama kepada MNC Portal Indonesia di Kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (5/10/2022).

"Soal yang seharusnya (agensi) resmi ternyata sampai di sana tidak ada dokumen satu pun yang bisa ditunjukkan oleh agen dan yang pada akhirnya ibu Suci di sana harus mengalami proses hukum karena dianggap TKI yang tidak berdokumen/non-prosedural, ini kemudian yang menjadi persoalan," imbuhnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Tama menambahkan, kejanggalan sudah bermula pada saat perjalanan Suci ke Malaysia.

Pada awal perjanjian, Suci berangkat ke Malaysia menggunakan transportasi udara, namun pada kenyataannya Suci pergi ke Negeri Jiran dengan menggunakan jalur laut.

"Informasi ini kita tahu setelah Ibu Suci bekerja di Malaysia," ujarnya

Okezone