Daftar Anggota
  • Berita
  • Banyak Caleg Perempuan Hanya Memenuhi Kuota di Riau, Caleg DPR RI Ini Buka Suara
Banyak Caleg Perempuan Hanya Memenuhi Kuota di Riau, Caleg DPR RI Ini Buka Suara
Wan Aniska Ariyati, Caleg DPR RI dari Dapil Riau I lewat Partai Perindo.

Banyak Caleg Perempuan Hanya Memenuhi Kuota di Riau, Caleg DPR RI Ini Buka Suara

Kamis 31 Agustus 2023 12:08 WIB

PEKANBARU - Caleg Perempuan masih dipandang sebelah mata oleh sebagian orang, banyak yang menganggap keberadaan caleg dari kalangan perempuan hanya sebagai syarat untuk memenuhi kuota perempuan di daftar Caleg.

Untuk di Provinsi Riau, dari 13 anggota DPR RI yang terpilih, tidak seorang pun berasal dari kaum hawa, semuanya didominasi oleh kaum Adam.

Tujuh kursi sebelumnya di Dapil Riau I adalah laki-laki, mulai dari Arsyadjuliandi Rachman dari Golkar, Achmad dari Demokrat, Syamsurizal dari PPP, Muhammad Rahul dari Gerindra, Jhon Erizal dari PAN dan Efendi Sianipar dari PDI Perjuangan serta Khairul Anwar dari PKS.

Begitu juga di Dapil Riau II dari enam nama tersebut Idris Laena dari Golkar, Marsiaman Saragih dari PDI P, Nurzahedi Tanjung dari Gerindra, Abdul Wahid dari PKB dan Syahrul Aidi dari PKS serta Muhammad Nasir dari Demokrat.

Sehingga banyak yang mengatakan keberadaan caleg di daftar tersebut hanya sebagai syarat untuk memenuhi kuota perempuan 30 persen.

Menanggapi adanya anggapan tersebut, Caleg DPR RI dari Dapil Riau I lewat Partai Perindo Wan Aniska Ariyati menjelaskan jika keberadaan perempuan tidak hanya sekedar memenuhi kuota saja.

Sebagai politisi muda, yang sudah memutuskan terjun ke dunia politik, ia mengaku punya pandang jauh tentang perempuan yang harus masuk ke politik.

Bagi dia, tantangan bagi seorang perempuan lebih banyak karena perempuan dianggap kaum minoritas bersaing untuk Parlemen.

"Kebanyakan beranggapan selama ini hanya untuk memenuhi kuota, mereka tidak melihat kalau perempuan itu juga sebenarnya punya kapasitas dan punya kemampuan,"ujar Wan Aniska.

Menurut Wan Aniska, sangat disayangkan kalau selama ini perempuan tidak terlibat langsung dan banyak peran , padahal pemilih juga lebih banyak perempuan dan isu perempuan yang diperjuangkan.

"Makanya ini menjadi dorongan bagi saya untuk berjuang maju ke Senayan, memperjuangkan hak-hak perempuan di parlemen," ujar Wan Aniska.

Sementara untuk langkah yang akan dilakukan dalam mendapatkan suara di pemilu mendatang, menurut Wan Aniska pendekatan kepada anak muda, bagaimana pendekatan agar politik itu fun dan politik.

"Saya sudah jalan dan lakukan dari tahun-tahun lalu dengan pendekatan pada kaum Millenial sebagai pemilih terbesar di Pemilu," ujar Wan Aniska.

TribunPekanbaru.com