Berkaca Kasus ACT, Partai Perindo: Jangan Suruh Orang Berderma dengan Mengeksploitasi Religiusitas
Jumat 15 Juli 2022 17:53 WIBJAKARTA - Kasus yang menimpa lembaga filantropi Aksi Cepat Tanggap (ACT) harus menjadi pelajaran bagi lembaga kemanusiaan lain.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Organisasi dan Kaderisasi, Yusuf Lakaseng mengatakan apa yang diemban lembaga tersebut merupakan tugas suci.
Lembaga filantropi jadi mediator antara dermawan dengan orang-orang yang membutuhkan.
Untuk itu, ia meminta kepada lembaga-lembaga kemanusiaan untuk fokus terhadap tugas pokok dan fungsinya.
"Jangan menyuruh orang berderma dengan mengeksploitir religiusitas mereka, menjual penderitaan saudara-saudara kita di konflik dan bencana dengan iming-iming hadiah mereka mendapat pahala," kata Yusuf dalam Webinar Partai Perindo dengan tema 'Bagaimana Monitoring Pengumpulan Dana Masyarakat; Belajar dari Kasus ACT', Jumat (15/7/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
"Tapi kita mengelola, melakukan dosa besar dengan memakan dana-dana (kemanusiaan), itu yang tidak sepantasnya," ucapnya menambahkan.
Yusuf melanjutkan, tidak ada masalah ada dana operasional dalam lembaga kemanusiaan.
Namun hal yang harus diperhatikan, dana tersebut harus mengikuti semua aturan yang berlaku.
Menurutnya, baik secara fiqih maupun aturan di Kemensos, semua sudah tertulis dengan jelas.
"Kemensos sudah mengatur 10 persen, ya harus itu," ujar pria yang juga menjadi Juru Bicara Nasional Partai Perindo tersebut.
Ia menegaskan, pengelola lembaga kemanusiaan seyogianya manusia yang sudah merasa cukup dengan hartanya atau zuhud.
Dengan begitu, ketika mengelola lembaga kemanusiaan mereka tidak terobsesi untuk menambah kekayaan mereka dari lembaga yang dimaksud.
"Pengelola dana kemanusiaan adalah mereka yang sudah selesai dengan dirinya, harus orang-orang yang zuhud, hidup sederhana, orientasinya bukan dunia lagi, tapi sudah mencari ridho Tuhan dan mencari pahala sebanyak-banyaknya," ucapnya.
Okezone


