Daftar Anggota
  • Berita
  • Bupati Bengkulu Utara Ditarik saat Dampingi Jokowi, Heri Budianto: Kondisi Tak Terhindarkan di Lapangan
Bupati Bengkulu Utara Ditarik saat Dampingi Jokowi, Heri Budianto: Kondisi Tak Terhindarkan di Lapangan
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Politik dan Kebijakan Publik, Heri Budianto. (MPI)

Bupati Bengkulu Utara Ditarik saat Dampingi Jokowi, Heri Budianto: Kondisi Tak Terhindarkan di Lapangan

Senin 24 Juli 2023 13:59 WIB

JAKARTA - Ketua Bidang Politik dan Kebijakan Publik DPP Partai Perindo, Heri Budianto, menanggapi viralnya Bupati Bengkulu Utara, Mian yang lengannya ditarik oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) saat mendampingi Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (21/7/2023).

Heri Budianto, yang juga merupakan Bacaleg DPR RI dari Partai Perindo Dapil Bengkulu itu, mengatakan kejadian tersebut tidak bisa dihindari. Pasalnya, kondisi dan dinamika di lapangan apapun bisa terjadi.

"Dalam kondisi kunjungan Presiden di lapangan, memang tak dapat dihindari kejadian seperti ini," kata Heri, Senin (24/7/2023).

Namun, kata Heri, hal-hal tersebut mestinya dapat dihindari.

Dalam hal ini, siapa saja tokoh masyarakat setempat yang menemani Presiden saat kunjungan perlu diketahui.

"Sehingga saat bertugas, sudah tahu, siapa yang membersamai Presiden dan hafal wajahnya. Apalagi Bupati adalah Kepala Daerah yang dikunjungi, sangat disayangkan jika ada yang tidak mengenalnya," ucap Bacaleg dari Partai Perindo-- yang dikenal peduli rakyat kecil, gigih memperjuangkan penciptaan lapangan kerja, dan Indonesia sejahtera itu.

Sebelumnya, kejadian itu terekam oleh video dan viral di media sosial. Dalam video tampak Bupati Mian ditarik paksa lengannya karena langkahnya dinilai menghalangi Ibu Negara yang berada di belakang Presiden Jokowi. 

Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin menjelaskan, kronologi Bupati Bengkulu Utara Mian ditarik lengannya oleh Paspampres karena tanpa sengaja langkahnya menghalangi pergerakan Ibu Negara Iriana yang sedang berjalan di belakangnya.

"Seorang Paspampres secara refleks menarik lengan Bupati Bengkulu Utara agar menjaga jarak sehingga tidak membahayakan langkah Presiden dan Ibu Negara yang sedang dikerumuni masyarakat," kata Bey, Minggu (23/7/2023).

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Menurut Bey, langkah Paspampres terhadap Bupati Bengkulu Utara saat itu sudah sesuai aturan Standar Operasional Prosedur (SOP).

Paspampres menarik lengan Bupati Mian juga sekaligus untuk memberitahu bahwa posisinya saat itu menghalangi Ibu Negara.

"Hal yang sebenarnya dilakukan Paspampres adalah menarik kemudian merangkul dan membisikkan kepada bupati bahwa langkahnya tadi tanpa sengaja hampir menabrak Ibu Iriana," kata Bey.

Bey mengungkapkan, Mian justru telah menyampaikan terima kasih atas kesigapan Paspampres menarik dirinya. Menurut Bey, momen ketika Bupati dirangkul tidak tertangkap kamera.

"Sehingga yang tampak hanya ketika Paspampres terlihat seperti menarik paksa agar menjaga jarak," ucapnya.

Okezone