Catatan Kritis Partai Perindo Terkait Pelaksanaan Pemilu 2024
Jumat 22 Maret 2024 09:18 WIBJAKARTA - Waketum DPP Partai Perindo, Ferry Kurnia Rizkiyansyah mengatakan demokrasi di Indonesia telah tercederainya dengan berbagai penyimpangan dilakukan penguasa untuk memenangkan pihak yang didukungnya pada Pemilu 2024.
Ia berharap praktik kecurangan itu tak lagi terjadi ke depannya.
"Saya berharap ke depan perlu menjadi perhatian harus ada semacam konsolidasi penting di dalam aktivitas proses kepolitikan kita," ujarnya saat konferensi pers di Kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (21/3/2024).
Menurutnya, secara teknikalitas, menjadi penting Undang-Undang Pemilu direvisi. Pembahasan segera tentang pemisahan kembali antara Pilpres dan Pileg, serta parlementary threshold dan presidential threshold pun menjadi sangat penting untuk dilakukan.
"Bahkan, terkait keputusan MK soal parlementary treshold ini juga bisa konteks mutadis-muntandis dengan apa yang memang diputuskan MK terkait pencalonan pada waktu sebelumnya yaitu bisa langsung di eksekusi, kenapa tidak ini juga bisa langsung dieksekusi di tahun 2024 ini, termasuk presidential treshold," tuturnya.
Dia menerangkan, saat demokrasi itu mekanisme dewan rakyat, tapi masyarakat Indonesia sudah terninabobokan atau tercederai dalam hal yang muncul dalam sisi materialistis dan dibodohi secara politik.
Tentu harus dilihat secara utuh lagi ke depan bagaimana masyarakat dalam memilih tak betul-betul dimanipulasi, diintimidasi, tak diberikan tekanan politik yang ada mengingat di lapang terjadi hal seperti itu.
"Harus dilihat secara utuh lagi ke depan bagaimana masyarakat dalam memilih tak betul-betul dimanipulasi, diintimidasi, tak diberikan tekanan politik yang ada mengingat di lapangan terjadi hal seperti itu," paparnya.
"Termasuk bansos dan sebagainya menjadi hal penting, karena ini tak mencerminkan satu praktik demokrasi lebih sehat, karena masyarakat akan berpikir sesaat, tidak berpikir jangka panjang."
"Upaya ini harus disegerakan menjadi lebih baik lagi ke depan dengan adanya ruang pendidikan politik pada masyarakat dan pemahaman pada masyarakat agar masyarakat tak terbodohi secara politik," katanya
Okezone


