Daftar Anggota
  • Berita
  • Cegah Bencana Alam, Partai Perindo Kupang Timur Reboisasi DAS Kali Pukdale
Cegah Bencana Alam, Partai Perindo Kupang Timur Reboisasi DAS Kali Pukdale
DPC Partai Perindo Kecamatan Kupang Timur melakukan aksi peduli masyarakat dengan melakukan penanaman pohon

Cegah Bencana Alam, Partai Perindo Kupang Timur Reboisasi DAS Kali Pukdale

Kamis 30 Desember 2021 11:34 WIB

KUPANG -- DPC Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur melakukan reboisasi di Daerah Aliran Sungai (DAS) dan tanggul sepanjang bantaran kali Pukdale pasca- bencana badai siklon tropis Seroja.

"Pasca-badai Seroja, DPC Partai Perindo Kupang Timur melakukan reboisasi penanaman 500 bibit pohon produktif seperti mangga, sukun dan mahoni di DAS serta tanggul kali Pukdale," kata Ketua DPC Partai Perindo Kecamatan Kupang Timur Mesak Mbura, Kamis (30/12/2021).

BACA JUGA: Momen Politisi Partai Perindo Rohil Disambut Pencak Silat saat Gelar Reses

Penanaman ratusan bibit pohon di bantaran kali Pukdale sepanjang 1.000 meter pada Selasa (28/12/2021) tersebut, merupakan aksi nyata Partai Perindo untuk melestarikan kembali hutan di sekitar bantaran sungai yang rusak akibat bencana badai Seroja pada April 2021 lalu.

"Kegiatan ini juga sebagai bentuk nyata Partai Perindo untuk lebih dekat dengan rakyat," ujarnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com atau hubungi (021) 5068200 dan (WA) 081901002376 

Menurutnya aksi nyata Partai Perindo Kupang Timur melakukan reboisasi ini setelah pihaknya merespons aspirasi dari masyarakat yang mengeluhkan kerusakan vegetasi lingkungan yang berada di daerah tersebut usai terjadinya bencana badai Seroja.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo 

Selain itu, Mesak Mbura yang juga anggota DPRD Kabupaten Kupang itu menuturkan potensi longsor di sepanjang kali Pukdale pun cukup tinggi sehingga perlu dilakukan reboisasi sebagai antisipasi terjadinya bencana susulan.

"Penanaman 500 bibit pohon untuk mencegah kerusakan vegetasi dan potensi longsor di sepanjang tanggul di desa Pukdale dan kampung Felakdale," ungkapnya.