Daftar Anggota
  • Berita
  • Cegah Narkoterorisme, Partai Perindo: Proses Deradikalisasi Penting Dilakukan secara Komprehensif
Cegah Narkoterorisme, Partai Perindo: Proses Deradikalisasi Penting Dilakukan secara Komprehensif
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Siber Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati

Cegah Narkoterorisme, Partai Perindo: Proses Deradikalisasi Penting Dilakukan secara Komprehensif

Senin 02 Oktober 2023 12:04 WIB

JAKARTA - Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo meminta generasi muda mewaspadai munculnya gabungan jaringan narkoba dengan terorisme yang telah dikenal di dunia dengan nama narkoterorisme.

Menanggapi hal ini, Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hankam dan Siber Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, saat ini kelompok intoleran memiliki metode penyebaran ajarannya dengan cara enabling environment alias kondisi yang memungkinkan bagi jaringan tersebut untuk tetap ada dan berkembang. 

"Enabling Environment ini tidak harus bersentuhan langsung dengan jaringan-jaringan di atas. Akan tetapi enabling environment mengirimkan sinyal bahwa jaringan ini aman untuk tetap eksis," kata Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati yang akrab disapa Nuning itu kepada wartawan, Minggu (1/10/2023). 

Karena itu, Nuning mengatakan proses deradikalisasi sangat penting dilaksanakan dengan komprehensif. Hal itu agar dapat memutus jaringan-jaringan tersebut.

"Yang pertama, tentunya harus menghilangkan enabling environment tersebut. Kemudian baru membatasi, bahkan menghancurkan jaringan-jaringan yang berfungsi sebagai wadah berkumpulnya orang-orang yang kehilangan moral kompas dan secara gradual memilih jalan kekerasan yang menurut dia dibenarkan oleh ideologi yang dia anut," ujar dia.

Dalam konteks Indonesia, lanjut Nuning -- yang juga merupakan Bacaleg DPR RI Partai Perindo Dapil Jateng VI itu--, menghilangkan enabling environment itu adalah tugas yang sangat berat dari Presiden Joko Widodo. 

"Narkotikapun semakin banyak varian dan cara penyebarannya. Ada lagi pihak yang memiliki keahlian baru yaitu narkoterorisme, khususnya para napi atau eks napi. Polri juga hadapi ancaman kekinian yaitu kejahatan Nubika (Nuklir, Biologi, Kimia)," jelasnya.

Di samping itu, tambah Nuning, Polri saat ini harus inovatif dengan mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) atau anggotanya agar memiliki pengetahuan luas baik secara akademik maupun praktek lapangan. 

"Polisi dituntut harus sigap dan tanggap hadapi perkembangan ancaman baru. Terorisme memiliki perkembangan metode dalam menggerakkan aksinya," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri sempat menyebut gabungan jaringan narkoba dengan terorisme yang telah dikenal di dunia dengan nama narkoterorisme.

Hal itu disampaikan pada kuliah kebangsaan dengan tema Generasi Berkemajuan dalam Perspektif Keamanan Berbangsa Bernegara di Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta, Jumat (29/9/2023).

Menurut Kapolri, para pengedar narkoba maupun kelompok teroris mulai beraksi dengan cara-cara halus demi menyasar generasi muda yang menyesuaikan kegemaran atau hobi anak muda.

Okezone