Dari Makassar ke Jakarta, Yulius Patandianan Bantu Seorang Ibu Perjuangkan Kesembuhan Anaknya
MAKASSAR - Perjuangan seorang ibu mendampingi anaknya menjalani pengobatan jauh dari rumah tidak hanya membutuhkan biaya, tetapi juga dukungan agar dia tidak merasa menghadapi semuanya sendirian. Kepedulian itulah yang diwujudkan melalui kunjungan langsung ke rumah singgah tempat Shofwan Al Kautsar dan ibunya, Jesslyn Elvina Aras, tinggal selama menjalani pengobatan di Jakarta.
Anggota DPRD Kota Makassar Yulius Patandianan menyempatkan diri datang dari Makassar untuk menemui keluarga tersebut, sekaligus menyerahkan bantuan dana kesehatan, Selasa lalu. Bantuan itu diharapkan dapat meringankan sebagian kebutuhan Shofwan yang masih harus menjalani pengobatan dan memenuhi kebutuhan nutrisi.
Ketua DPD Partai Perindo Kota Makassar ini mengatakan, bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi Shofwan dan perjuangan keluarganya. Meski tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan pengobatan, dia berharap dukungan tersebut bisa membantu keluarga melewati masa sulit.
"Kami prihatin dengan kondisi Shofwan. Kita sama-sama mendukung pengobatannya dan berdoa semoga penyakit Shofwan bisa teratasi," ujar Yulius Patandianan, Kamis (29/10/2026).
Shofwan saat ini menjalani pengobatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Dia membutuhkan pemeriksaan Qiastat yang tidak ditanggung program Kartu Indonesia Sehat (KIS). Selain itu, Shofwan juga memerlukan susu khusus untuk memenuhi kebutuhan nutrisi karena mengalami _stunting_.
Yulius berharap Shofwan memperoleh penanganan medis terbaik dan bisa segera berkumpul bersama keluarga di Makassar. Dia juga mengajak semua pihak untuk turut mendoakan kesembuhan Shofwan.
“Kami dari Partai Perindo dan teman-teman semua ikut mendoakan semoga Shofwan bisa mendapatkan pengobatan terbaik, bisa pulih dan kembali bersama-sama kita di Kota Makassar,” tuturnya.
Bagi Jesslyn, memenuhi kebutuhan tersebut bukan perkara mudah. Sebagai ibu tunggal dengan dua anak, dia hanya memiliki penghasilan sekitar Rp150 ribu hingga Rp250 ribu per bulan. Bahkan, pada waktu tertentu, dia tidak memperoleh penghasilan sama sekali.
Selama mendampingi Shofwan menjalani pengobatan, Jesslyn tinggal di Rumah Harapan Indonesia, Jakarta Pusat, yang menjadi tempat singgah bagi anak-anak dengan penyakit berat. Di tengah keterbatasan ekonomi dan kebutuhan pengobatan yang harus dipenuhi, bantuan tersebut menjadi dukungan berarti bagi Jesslyn untuk terus mengupayakan perawatan terbaik bagi anaknya.
Jesslyn menyampaikan terima kasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan. Dukungan tersebut menjadi penguat baginya untuk terus mendampingi sang anak menjalani rangkaian pengobatan yang dibutuhkan. “Terima kasih, terima kasih banyak,” ungkapnya penuh haru.


