Dewan Asal Perindo Kupang Minta Pasar Ternak Lili Segera Direnovasi
Selasa 22 Juni 2021 10:16 WIBKUPANG - Anggota DPRD Kabupaten Kupang dari Partai Perindo Mesak Mbura asal Partai Perindo menyatakan Pasar Ternak Lili perlu dilakukan perbaikan dengan meningkatnya infrastruktur modern. "Sarana pendukungnya yang tidak layak perlu direnovasi," kata Mesak dikonfirmasi, Minggu (20/6/2021). Menurut Mesak pengelolaan operasional Pasar Ternak Lili perlu dilakukan dengan metode pembayaran non-tunai dengan membangun portal di pintu–pintu masuk ke lokasi pasar, parkiran dan area strategis lainnya. Kemudian iuran dan retribusi perlu ditinjau metodenya dengan diberlakukan target pencapaian dengan melakukan uji pencapaian pendapatan untuk mengetahui secara pasti hasil tagihan perbulannya. "Sehingga pihak pengelola pasar diberi target penerimaan. Hal ini untuk mencegah kebocoran," tegas Mesak. Selain itu, pengelolaan sampah oleh Dinas Kebersihan perlu dibentuk lembaga pengelola sampah pasar secara partisipatif oleh warga pasar sendiri dan harus dibangun kesadaran terus menerus tentang pengelolaan sampah Pasar Ternak Lili. "Perlu dipisahkan sampah plastik dan organik yang kemudian diproses menjadi hal yang berguna baik untuk produk olahan dari sampah maupun pupuk organik," jelasnya. Hal lainya yakni perlunya pembatasan penggunaan kantong plastik bagi pembeli yang berbelanja di setiap pasar termasuk Pasar Ternak Lili. Jika perlu penjual berada di setiap pasar menyiapkan tas non plastik dan kantong yang disiapkan untuk dibeli. Upaya ini untuk meminimalisir penggunaan kantong kresek karena merupakan sumber sampah yang tidak dapat diurai. "Pemerintah daerah wajib memperhatikan infrastruktur pasar yang rusak dan pengelolaan pasar modern yang memperhatikan keasrian, bersih dan sehat," pungkasnya. Sementara warga dan pengguna fasilitas dalam kegiatan jual-beli di Pasar Ternak Lili Kelurahan Camplong Kacamatan Fatuleu Kabupaten Kupang merasa sangat kecewa akibat pasar tersebut tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Kupang. Informasi berhasil dihimpun dari sejumlah pedagang, warga dan tokoh masyarakat di Pasar Ternak Lili. Mereka mengeluhkan lingkungan pasar tidak memberi rasa nyaman baik pedagang maupun pembeli. Padahal kewajibannya membayar retribusi setiap minggunya sangat besar bagi pemasukan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kupang. “Dalam lokasi pasar Lili ini sangat kotor dan penuh dengan penumpukan sampah, termasuk kotoran yang bersumber dari ternak maupun manusia di sekitar areal pasar tetapi pemerintah tidak pernah peduli dan memperhatikan pengelolaan pasar ini tapi retribusi jalan terus," pungkas salah seorang warga pasar yang meminta identitasnya dirahasiakan. Tokoh masyarakat setempat Maulido Reke meminta perhatian Pemkab dan DPRD Kabupaten Kupang untuk tidak menutup mata dengan kondisi Pasar Ternak Lili. "Setiap tahunnya memberikan konstribusi PAD bagi daerah hingga ratusan juta rupiah dan menjadi satu satunya pasar ternak milik pemda," pintanya. Penaemascom


