Dewan Partai Perindo Kalteng Desak Pemda Evaluasi Pemberian Izin Tambang dan Perkebunan
Kamis 23 September 2021 07:30 WIBKALTENG - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah dari Partai Perindo Sengkon mendorong pemerintah provinsi dan daerah agar dapat mengevaluasi pemberian izin pertambangan dan perkebunan. Hal ini didasarkan pada kondisi di Kalteng yang saat ini di beberapa wilayahnya terjadi bencana banjir.
“Melihat kondisi di lapangan di mana banjir kali ini merupakan banjir terparah di tahun ini. Bencana banjir ini disinyalir akibat adanya aktivitas penambangan dan perkebunan yang tidak memperhatikan lingkungan,” ujar Ketua DPW Partai Perindo Kalteng tersebut, baru-baru ini.
Maka dari itu, Sengkon mengharapkan agar dalam pemberian izin tambang dan perkebunan, pemerintah dapat lebih berhati-hati khususnya bagi yang berpotensi merusak lingkungan.
BACA JUGA: Rumah Warga Retak Diduga Akibat Proyek Listrik, Politisi Partai Perindo Karo Angkat Bicara
Tidak hanya itu, politisi Partai Perindo yang membidangi Sumber Daya Alam (SDA) di DPRD Kalteng ini berharap agar pemerintah dapat kembali melakukan reboisasi di kawasan hutan dan lahan terlantar, sehingga bisa berfungsi menjadi resapan air, penahan erosi, penghijauan serta mencegah atau mengurangi dampak banjir.
“Program reboisasi harus dievaluasi, yakni harus di kawasan lahan terlantar atau lahan kritis,” saran Wakil Rakyat asal pemilihan Kalteng I meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Gunung Mas ini.
Pasalnya, musibah banjir yang terjadi di beberapa wilayah Kalteng melumpuhkan aktivitas pekerjaan dan usaha masyarakat. Musibah yang terjadi ini sudah masuk level sebagai bencana alam, terlebih saat ini banyak perkampungan warga yang terendam oleh banjir.
“Banjir di sejumlah desa ada yang mencapai ketinggian dada orang dewasa atau 1,5 meter, akibatnya aktivitas masyarakat terganggu," ucap Sengkon.
Maka dari itu ia mendesak pemerintah provinsi dan kabupaten setempat untuk segera membantu masyarakat, baik berupa bantuan kebutuhan pokok, obat-obatan dan lainnya.
“Masyarakat kita di sana sangat membutuhkan bantuan karena mereka tidak bisa bekerja dan berusaha seperti biasanya,” pungkasnya.
Matakalteng


