Dewan Perindo Mukomuko Minta Pembangunan Pengendali Banjir Sungai Selagan Perhatikan Kualitas
Senin 09 Agustus 2021 08:45 WIBMUKOMUKO - Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Mukomuko, Antonius Dalle meminta pekerjaan proyek pengendali banjir Sungai Selagan harus mengutamakan kualitas bangunan guna penyelamatan situs cagar budaya Benteng Anna sehingga bermanfaat bagi masyarakat setempat.
Hal ini disampaikan politisi Perindo Mukomuko tersebut ketika bersama rombongan DPRD setempat melakukan inspeksi di lokasi pembangunan proyek tersebut.
Pada kesempatan itu, Antonius Dalle juga menanyakan kepada pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera VII Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan rekanan terkait progres pembangunan proyek pengendali banjir Sungai Selagan.
Menurutnya pekerjaan proyek pembangunan yang saat ini tengah berjalan sudah sesuai dengan standart di dalam kontrak.
Termasuk bahan baku seperti uji beton kubus, ukuran batu maupun target pekerjaan serta sejumlah item pekerjaan lainnya.
“Kita sudah sama-sama melihat di lapangan bahwa semua pekerjaan sudah dilakukan sesuai dengan spek yang ada," kata Antonius Dalle belum lama ini.
Kepada pihak BWS dan kontraktor, ia meminta pekerjaan proyek pengendali banjir Sungai Selagan harus mengutamakan mutu dan kualitas.
"Sehingga bangunan ini bisa bermanfaat bagi Benteng Anna dan masyarakat nelayan di sekitar Pantai Indah Mukomuko (PIM) ini,” tegas Antonius Dalle.
Sementara, Ketua DPRD Kabupaten Mukomuko M Ali Saftaini menyampaikan berdasarkan hasil temuan pihaknya di lapangan semua pekerjaan sesuai standart mutu. Bahan bangunan digunakan sudah sesuai spesifikasi yang ada.
DPRD, kata Ali akan melaporkan perkembangan proyek ini kepada kementerian terkait sehingga dapat dikerjakan sesuai target dengan mutu yang diharapkan semua pihak.
“Kita harus memainkan semua peranan kita masing-masing untuk mengawasi pekerjaan ini, ” ungkapnya.
Adapun warga PIM Kelurahan Kota Jaya, Japri menyampaikan pembangunan proyek tersebut sudah lama dinantikan masyarakat.
Ia berharap pembangunan proyek tersebut tentunya tidak hanya untuk penyelamatan situs budaya Benteng Anna, namun juga bermanfaat bagi masyarakat khususnya warga PIM berdomisili di sepanjang bantaran sungai Selagan.
“Kami berharap dengan adanya pembangunan proyek ini cagar budaya Benteng Anna dan pemukiman penduduk dapat terselamatkan,” ujarnya.
Sebagaimana diketahui pelaksana kegiatan proyek pengendali banjir Sungai Selagan tahun 2021 ini mendapatkan kucuran dana APBN sebanyak Rp30 miliar.
Panjang pengerjaan fisik tersebut mencapai sekitar 700 meter untuk penyelamatan situs budaya Benteng Anna dan pemukiman penduduk setempat.


