Daftar Anggota
  • Berita
  • Di Podcast Aksi Nyata, Pengusaha Mainan Tradisional Ini Pernah Ekspor ke Luar Negeri
Di Podcast Aksi Nyata, Pengusaha Mainan Tradisional Ini Pernah Ekspor ke Luar Negeri
Partai Perindo melalui Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia mengulik sisi menarik dari pengusaha mainan tradisional dengan olahan bambu

Di Podcast Aksi Nyata, Pengusaha Mainan Tradisional Ini Pernah Ekspor ke Luar Negeri

Rabu 16 Maret 2022 19:07 WIB

JAKARTA - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) melalui Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia mengulik sisi menarik dari pengusaha mainan tradisional dengan olahan bambu Wahyu Ajiningrat.

Podcast tersebut dipandu oleh presenter kawakan Herjuno Syaputra. Wahyu Ajiningrat menjelaskan mainan tradisional yang dinilai kuno oleh masyarakat milenial di Indonesia saat ini, justru begitu diminati di luar negeri.

"Main-mainan ini walaupun seperti, tapi laku di luar negeri," ujar Wahyu yang juga merupakan anggota Komunitas Mainan Tradisional, Rabu (16/3/2022).

BACA JUGA: Konvensi Rakyat, Waketum Partai Perindo: Ujung Demokrasi Adalah Kesejahteraan

Wahyu menyebutkan pada masa jayanya mainan tradisional yang ia buat dari olahan bambu tersebut sering diekspor ke Australia hingga Swedia.

Namun, terdampak oleh pandemi dan legalitas Standar Nasional Indonesia (SNI).

"Saya pernah kirim ke Australia, lewat perusahaan lain. Itu saya kirim ke Swedia juga, tapi kuantitinya turun," ucapnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Wahyu sempat mengeluhkan terkait SNI yang diberlakukan pemerintah kepada mainan tradisional. Karena menurutnya, standarisasi mainan plastik berbeda dengan olahan bambu.

"Mainan tradisional standarnya tidak bisa disamakan dengan mainan modern. Kalau plastik kan bisa dites dengan uji kekerasan, kalau tradisional kan enggak bisa," katanya.

BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo

Meski demikian, Wahyu tetap sadar akan aturan serta niat baik pemerintah dalam memberlakukan SNI.

Namun, ia sedikit mengkritik terkait penyamarataan pengusaha dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

"Sebenarnya pemerintah ini maksudnya sudah baik, menerapkan SNI itu sudah baik. Tapi tidak bisa disamaratakan dengan pengusaha, karena ini kan identik dengan UMKM," ucap Wahyu.

SINDOnews.com