Diterjang Banjir, Dewan Partai Perindo Madina Minta Pemda Segera Perbaiki Tanggul Irigasi
Selasa 28 Desember 2021 10:35 WIBMADINA -- Khoirun Nasution, anggota DPRD Mandailing Natal (Madina) dari Partai Perindo mengatakan banjir bandang akibat meluapnya Aek Simalagi yang terjadi Sabtu (17/12/2021) lalu di Kecamatan Hutabargot menyebabkan jebolnya Bendungan Ungkir sehingga area persawahan digenangi lumpur.
"Saya berharap kepada Pemerintahan Kabupaten Mandailing Natal untuk menyegerakan melakukan perbaikan infrastruktur pertanian," ungkapnya ketika ditemui bersama masyarakat saat bergotong royong membuat tanggul sementara.
BACA JUGA: Ketua Partai Perindo Morowali Salurkan Bantuan ke Korban Kebakaran & Puting Beliung
Ia menjelaskan jebolnya Bendungan Ungkir juga mengakibatkan saluran irigasi patah dan tertutup pasir. Jika tidak segera ditangani, air tidak mengalir turun ke sawah dan berakibat lumpur mengering pada lahan persawahan milik petani.
"Agar petani segera kembali beraktivitas dan turun ke sawah maka yang pertama diperbaiki saluran irigasi, itulah makanya kita bersama masyarakat turun bergotong-royong," ungkap anggota DPRD Madina Komisi II ini.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.comatau hubungi (021) 5068200 dan (WA) 081901002376
Ia menjelaskan jika irigasi tidak segera diperbaiki maka masyarakat di Hutabargot dikhawatirkan akan kembali menjadi pekerja tambang.
"Banyak keluhan yang saya terima, kalau bisa disegerakan perbaikan irigasinya karena kemampuan warga juga sangat terbatas," ungkapnya.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Dia menyarankan pemerintah daerah setempat mengunakan pergunakan dana talangan untuk memperbaiki irigasi.
Berdasarkan data diterima Madina Pos, kerusakan dampak banjir bandang Aek Simalagi terjadi di 14 desa Kecamatan Hutabargot. Kondisi terparah terjadi di Desa Binanga, Hutarimbaru, Bangun Sejati dan Kumpulan Setia yang menyebabkan puluhan hektar areal persawahan rusak.


