DPD Partai Perindo TTS Pastikan Tidak Ada Mahar Politik dalam Perekrutan Bacaleg
Kamis 23 Februari 2023 17:16 WIBTTS - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) memastikan bahwa tidak ada mahar politik bagi bakal calon legislatif.
Hal tersebut disampaikan langsung Ketua DPD Partai Perindo TTS, Marthen Natonis, S.Hut.,M.Si di Sekretariat Partai Perindo TTS, Rabu (22/2/2023).
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Marthen menjelaskan bahwa Partai Perindo TTS memastikan bahwa tidak ada mahar politik ataupun biaya pendaftaran bagi para caleg namun hanya ada syarat khusus yakni fotocopy rekening.
"Kita dengar isu yang berkembang bahwa ada mahar ketika para bacaleg mendaftarkan diri. Oleh karena itu, melalui media ini kita pastikan bahwa Partai Perindo tidak ada mahar politik. Tapi, kita juga pastikan setiap caleg harus masukan fotocopy rekening saja sehingga partai juga tahu bahwa bacaleg dari Partai Perindo memang punya kesiapan yang matang," ujarnya.
Lebih lanjut Marthen mengatakan partai politik merupakan ruang untuk pengkaderan para pemimpin daerah dan bangsa. Partai politik juga adalah kumpulan orang-orang yang memikirkan nasib daerah dan bangsa.
"Di sini kita sama-sama memikirkan nasib orang lain yang belum sejahtera. Artinya apa? Caleg bukan ruang untuk mencari pekerjaan," tegasnya.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Ia menegaskan caleg merupakan kader partai politik yang memiliki visi besar untuk membangun daerah dan bangsa.
"Karena itu caleg harus orang yang sudah sejahtera sehingga ketika terpilih nanti ia tidak fokus urus diri tapi akan lebih konsen mengurus masyarakat yang diwakili," tambahnya.
Disampaikannya, jika terdapat Bacaleg yang masih berpikir menjadi caleg untuk mendapatkan pekerjaan maka DPR bukan tempatnya.
"Khusus di TTS kita semua tahu bahwa kondisi masyarakat kita masuk kategori miskin ekstrim. Karena itu kita butuh putra-putri asli TTS yang memiliki panggilan jiwa dan mau berkorban, membiasakan diri memberi untuk menyelamatkan masyarakat kita dari kondisi ini," terangnya.
Ia menambahkan, terkait isu yang berkembang tentang caleg wajib membayar mahar dengan nominal tertentu itu adalah tidak benar.
"Menghadapi perhelatan politik 2024, setiap parpol tentu memiliki strategi tersendiri. Ada yang dipublikasikan ada yang hanya jadi konsumsi internal partai," tegasnya.
Marthen menjelaskan Partai Perindo menyadari dalam berpolitik tentu membutuhkan biaya yang sering disebut pos politik.
Karena itu, lanjut Marthen, sebagai salah satu partai politik peserta Pemilu 2024, Partai Perindo ingin memastikan calegnya benar-benar siap untuk bertarung pada Pileg 2024 yang dibuktikan dengan kesiapan finansial yang memadai.
"Kesiapan finansial dari masing-masing caleg itu sifatnya wajib. Tidak bisa ditawar. Tapi kami ingin sampaikan bahwa dana tersebut tidak untuk diserahkan ke partai tapi akan digunakan oleh masing-masing caleg dalam mensosialisasikan diri kepada calon pemilih," ujarnya.
Marthen menuturkan, intinya dana itu adalah dana operasional yang harus dimiliki oleh setiap caleg.
"Mustahil kalau ingin menang tapi tidak punya uang. Sedangkan untuk ke desa dan bertemu dengan calon pemilih kita butuh operasional," tuturnya.
Dirinya menyebutkan bahwa itulah yang ingin dipastikan oleh partai bahwa calegnya benar-benar siap untuk bertarung.
"Politik itu mahal, bahkan untuk kalahpun kita harus mengeluarkan banyak uang," jelas Marthen.
Batastimor.com


