Dua Bacabup Paparkan Visi Misi di Partai Perindo TTS, Tawarkan Berbagai Program Pembangunan
Rabu 03 April 2024 11:24 WIBSOE -Dua kandidat bakal calon bupati (Bacabup) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), menjalani pemaparan visi-misi di DPD Partai Perindo, Selasa 2 April 2024.
Dua kandidat bakal calon bupati yakni Egusem Piter Tahun, MM (Epy Tahun) dan doktor Uksam Selan, masing-masing memiliki program kerja yang berbeda.
Bakal calon bupati TTS Epy Tahun menawarkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan kabupaten, dengan target maksimal akses jalan dari desa tiba di kota kecamatan 2 Setengah jam.
Menurutnya jika kondisi itu terjadi, maka diasumsikan bahwa akan terjadi peningkatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan.
Epy Tahun yang juga mantan bupati TTS ini di hadapan panelis yang terdiri dari akademisi masing-masing; Dr Gotlif Nope, S.Sos,MA yang adalah dosen Sosiologi FISIP Undana dan Yonathan H. Lopo, S.IP., MA dosen Ilmu Politik FISIP Undana serta tokoh agama yang diwakili oleh Pdt Nelson Liem serta ketua DPD Perindo TTS, Marthen Selan, Ketua panitia Albinus Kase.
Sosok bakal calon bupati Epy Tahun mengatakan sebagai ketua DPD II Partai Golkar mendaftar di Partai Perindo dengan harapan DPD Partai Perindo bersedia berkoalisi dengan DPD II Partai Golkar untuk memenangkan Pilkada TTS.
Untuk menjaga kestabilan kultur yang ada di Kabupaten TTS, maka Sekda TTS berasal dari swapraja Mollo, Epy Tahun datang dari swap raja Amanatun, sehingga ia telah menetapkan agar yang mendampinginya adalah asal dari swapraja Amanuban.
"Sebelumnya kami keluarga sudah mendata kader Amanuban yang berlatar belakang politisi, akademisi dan ASN sebanyak 16 orang dan sekarang sudah mengerucut ke sembilan kader. Tetapi saya belum bisa buka ke publik karena ini masih dalam tahap komunikasi. Tapi yang jelas, yang saya gandeng harus datang bawa partai politik koalisi," ujar Epy Tahun.
Epy mengatakan pada masa kepemimpinannya (2019-2024) banyak hal yang telah dibuat. Meski demikian, pembangunan yang dilakukan ada plus dan minus.
Untuk itu, jika masyarakat TTS kembali mempercayakannya untuk memimpin TTS lima tahun ke depan, maka yang kurang akan ditindak lanjuti, seperti komunikasi anggaran pembangunan jembatan Noebunu dan beberapa program pembangunan lainnya yang tidak dapat dilakukan pada periode pertamanya.
Pada masa kepemimpinannya juga mendapat banyak cibiran dari publik, seperti KKN dalam penempatan ASN adalah keluarga. Kondisi itu disebutnya bahwa terjadi pada masa sebelum-sebelumnya, karena pejabat yang memenuhi syarat untuk menduduki jabatan adalah mereka-mereka itu saja.
"Saya dibilang KKN di jabatan ASN, tapi dari dulu ya orang-orang itu saja. Jadi kalau mau dibilang saya KKN, saya juga bingung dengan omongan-omongan orang," kata Epy.
Sementara Bakal Calon Bupati TTS, dr. Uksam Selan pada pemaparan visi-misinya mengatakan, untuk membangun Kabupaten TTS banyak potensi yang perlu dikembangkan dan salah satu sumber potensi yang belum disentuh adalah wisata rohani.
Wisata rohani diangkat menjadi sumber potensi Kabupaten TTS, karena peristiwa air berubah menjadi anggur hanya terjadi di Kanaan dan di Kabupaten TTS pada tahun 1965.
Menurut Uksam jika potensi itu dikembangkan, maka potensi wisata air berubah menjadi anggur akan memiliki nilai jual yang sangat tinggi, asalkan pemerintah membangun fasilitas yang memadai baik itu pembangunan fisik maupun promosi.
Kabupaten TTS waktu sebelumnya memiliki potensi unggulan seperti apel, cendana bahkan Kabupaten TTS dinobatkan sebagai kabupaten gudang ternak.
Namun potensi-potensi itu, kata Uksam belakangan mulai hilang bahkan khusus buah apel yang sesuai dengan peneliti adalah berkualitas terbaik hilang dari bumi TTS.
"Ini yang perlu dikembangkan untuk peningkatkan PAD. Karena kita tidak bisa bangun TTS, dengan APBD TTS yang nilainya Rp1,6 triliun. Karena setelah kurangi anggaran gaji pegawai, dana desa dan lain sebagainya kurang lebih hanya Rp500 miliar yang digunakan untuk bangun TTS," sebut Uksam yang juga Ketua Komisi I DPRD Kabupaten TTS ini.
Salah satu upaya pembangunan Kabupaten TTS adalah mendorong pemekaran DOB Amanatun, karena meski moratorium pemekaran belum dicabut oleh pemerintah pusat, namun di Papua tetap lakukan pemekaran termasuk 14 daerah lainnya yang dinilai proaktif oleh pemerintah pusat.
Kondisi itu menunjukan bahwa sesungguhnya pemekaran wilayah, bisa dilakukan tergantung komunikasi yang dibangun.
"Jadi kalau saya dipercayakan rakyat, maka tentu konsep-konsep ini yang saya bersama wakil lakukan, dengan bekerja sama dengan DPRD dan Dinas, badan bagian untuk mewujudkan visi-misi kami. Karena untuk melaksanakan visi-misi bupati dan wakil bupati secara maksimal, jika komunikasi politik dilakukan secara baik," ungkapnya.
Adapun, Ketua Partai DPD Perindo TTS, Marthen Natonis kesempatan itu menyampaikan apresiasi kepada dua balon kada yang bersedia untuk mengikuti tahapan penjaringan di partai Perindo.
Pada momen pemaparan visi-misi balon kada, bukan ruang untuk menguji apalagi memperdebatkan, namun ruang itu diciptakan guna mengetahui gagasan dan motivasi balon kada, dalam memimpin TTS lima tahun ke depan yang akan diusung oleh partai Perindo.
"Ini adalah salah satu tahapan penjaringan, sehingga kita akan terus berproses serta terus berkomunikasi dengan partai lain untuk mengusung satu paket, karena Partai Perindo hanya punya empat kursi di DPRD TTS. Sedangkan syaratnya menimal delapan kursi sehingga kita terus berkoordinasi untuk berkoalisi ke depan," tandas Marthen.
Okenusra.com


