Daftar Anggota
  • Berita
  • Efendi Alung Bagikan Masker di Tiga Titik, Dorong Penanganan Karhutla Jambi Secara Komprehensif
Efendi Alung Bagikan Masker di Tiga Titik, Dorong Penanganan Karhutla Jambi Secara Komprehensif
Anggota DPRD Jambi dari Partai Perindo, Efendi Alung

Efendi Alung Bagikan Masker di Tiga Titik, Dorong Penanganan Karhutla Jambi Secara Komprehensif

Rabu 26 Agustus 2026 12:15 WIB

JAMBI — Anggota DPRD Jambi dari Partai Perindo, Efendi Alung, melakukan pembagian masker di tiga titik di Kota Jambi, yakni Simpang Jelutung, Pasar Handil, dan Pasar Keluarga, sebagai respons atas memburuknya kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah ini dilakukan di tengah kondisi terkini di Provinsi Jambi yang menunjukkan eskalasi serius. Luasan lahan terbakar dilaporkan telah mencapai lebih dari 900 hektare, sementara kabut asap semakin pekat dan mulai mengganggu aktivitas masyarakat di berbagai wilayah.

Dampak kesehatan pun mulai terasa. Pemerintah Kota Jambi mencatat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dalam sepekan terakhir, seiring paparan asap yang meluas dari sejumlah daerah seperti Muaro Jambi, Tanjung Jabung Timur, hingga wilayah provinsi sekitar.

Dalam konteks tersebut, Efendi menilai pembagian masker merupakan langkah cepat untuk melindungi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang beraktivitas di ruang terbuka. Namun, ia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak bisa berhenti pada langkah responsif semata.

“Pembagian masker ini adalah langkah darurat untuk mengurangi dampak langsung ke masyarakat. Tetapi penanganan karhutla harus dilakukan secara komprehensif, lintas sektoral, dan berkelanjutan,” ujar Efendi.

Dia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dunia usaha, hingga masyarakat dalam mengatasi persoalan karhutla. Upaya tersebut mencakup pencegahan sejak dini, penguatan patroli dan pengawasan, pemadaman terpadu di lapangan, hingga penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Selain itu, pendekatan berbasis lingkungan juga dinilai krusial, terutama mengingat karakteristik lahan gambut di Jambi yang memungkinkan api bertahan di bawah permukaan dan kembali muncul saat kondisi kering.

Di sisi lain, pemerintah saat ini juga tengah menyiapkan berbagai langkah strategis, termasuk Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk meningkatkan peluang hujan serta distribusi bantuan masker bagi masyarakat terdampak.

Efendi berharap, aksi-aksi sederhana di tingkat lokal seperti pembagian masker dapat berjalan beriringan dengan kebijakan makro yang terintegrasi, sehingga penanganan karhutla tidak hanya memadamkan api, tetapi juga mampu meminimalkan dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal kebakaran, tetapi soal keselamatan dan kualitas hidup masyarakat. Karena itu, semua pihak harus bergerak bersama,” kata dia.