Daftar Anggota
  • Berita
  • Ekonomi Kerakyatan Jadi Sorotan, Rawidin Serap Aspirasi Warga Silale soal UMKM dan Modal Usaha
Ekonomi Kerakyatan Jadi Sorotan, Rawidin Serap Aspirasi Warga Silale soal UMKM dan Modal Usaha
Ekonomi Kerakyatan Jadi Sorotan, Rawidin Serap Aspirasi Warga Silale soal UMKM dan Modal Usaha

Ekonomi Kerakyatan Jadi Sorotan, Rawidin Serap Aspirasi Warga Silale soal UMKM dan Modal Usaha

Rabu 18 Maret 2026 20:45 WIB

Ambon, Maluku – Upaya memperkuat ekonomi kerakyatan di tingkat kelurahan masih menghadapi tantangan, terutama bagi warga berpenghasilan rendah yang membutuhkan akses permodalan dan dukungan usaha. Di tengah kondisi ekonomi yang belum sepenuhnya pulih, kebutuhan terhadap penguatan sektor UMKM kian terasa di masyarakat.

Aspirasi tersebut mengemuka dalam kegiatan reses Anggota DPRD Kota Ambon, Rawidin La Ode Ido, di Kelurahan Silale, Kecamatan Nusaniwe, Rabu (18/3/2026). Dalam forum yang berlangsung terbuka, warga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah lebih serius mendorong pemberdayaan ekonomi berbasis masyarakat.

Salah satu warga, Muchtar, mengungkapkan bahwa masih banyak masyarakat di Kelurahan Silale yang belum tersentuh bantuan pemerintah, baik dalam bentuk dukungan UMKM maupun modal usaha.

"Sebagian warga di Kelurahan Silale ingin agar pemerintah bisa memberikan bantuan baik UMKM atau modal usaha. Karena masih banyak warga kurang mampu," terang Mochtar.

Dia berharap momentum reses dapat menjadi jembatan agar aspirasi tersebut bisa diperjuangkan di tingkat pemerintah kota.

"Mungkin lewat masa reses anggota DPRD ini, aspirasi warga bisa diperjuangkan ke pemerintah kota," harapnya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Ambon Rawidin La Ode Ido menyampaikan bahwa mayoritas aspirasi yang diterima dalam reses kali ini memang berkaitan dengan kebutuhan penguatan UMKM dan akses permodalan usaha.

Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Kota Ambon ini menegaskan bahwa seluruh masukan dari masyarakat akan ditindaklanjuti melalui mekanisme yang ada di lembaga legislatif.

"Seluruh aspirasi ini akan kita laporkan ke pimpinan. Karena reses ini merupakan kewajiban setiap anggota DPRD untuk turun langsung dan mendengarkan keluhan para konstituen di daerah pemilihannya (dapil)."

Lebih lanjut, dia mengakui bahwa keterbatasan fiskal daerah masih menjadi tantangan, terutama sebagai dampak dari kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat. Meski demikian, dia memastikan aspirasi warga tetap akan diperjuangkan dalam pembahasan anggaran ke depan.

"Kita tahu sendiri bahwa kondisi keuangan darah masih terbatas akibat kebijakan pemerintah pusat lewat efisiensi. Namun seluruh aspirasi yang disampaikan akan kita perjuangkan ke depan, baik dalam APBD perubahan maupun di tahun depan," pungkasnya.

Sebagai bagian dari kegiatan reses, Rawidin juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga berpenghasilan rendah. Bantuan tersebut berupa pembagian sembako bagi kaum duafa dan para janda, serta santunan bagi tukang becak, pengemudi ojek, dan kelompok masyarakat lainnya di Mushala Silale.

Dia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat langsung sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

"Semoga bantuan yang diberikan dapat mengurangi beban hidup mereka. Dan Fraksi Perindo akan terus mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan warga," tutup Rawidin.