Daftar Anggota
  • Berita
  • Fraksi Partai Perindo Sikka Usulkan Pengelolaan PAD Berbasis Digital
Fraksi Partai Perindo Sikka Usulkan Pengelolaan PAD Berbasis Digital
Pemandangan Fraksi di DPRD Sikka, Senin (21/3/2022) di Maumere.

Fraksi Partai Perindo Sikka Usulkan Pengelolaan PAD Berbasis Digital

Kamis 24 Maret 2022 12:35 WIB

MAUMERE -- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Sikka, Nusa Tenggara Timur dalam pemandangan fraksinya mengusulkan agar pengelolaan dan pemungutan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dilakukan berbasis aplikasi digital dengan evaluasi secara berkala.

Hal ini disampaikan Sekretaris Fraksi Partai Perindo Sikka Bernadus Kardiman dalam pemandangan fraksi DPRD, Senin (21/3/2022) di Maumere.

BACA JUGA: Fraksi Partai Perindo Pasangkayu: Segera Siapkan Tenaga Ahli IT Guna Mendukung Pelayanan Perizinan

Menurut Kardiman, secara umum Fraksi Partai Perindo Sikka memberikan apresiasi terkait pencapaian pendapatan Pemerintah Daerah Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2021 yang terealisasi sebesar 93,20 persen, tetapi mengapa realisasi PAD hanya mencapai 85,20 persen.

Fraksi Partai Perindo, lanjut Kardiman, juga melihat terdapat beberapa sumber pendapatan yang melampaui target. Karena itu, Fraksi Partai Perindo mengusulkan agar pengelolaan dan pemungutan PAD yang berbasis aplikasi digital serta perlu dilakukan evaluasi secara berkala.

“Fraksi mengusulkan agar dalam pengelolaan dan pemungutan PAD yang berbasis digital perlu dilakukan evaluasi secara berkala, untuk memastikan target PAD yang akan dicapai,” kata Kardiman.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Selain itu, kata Kardiman Fraksi Partai Perindo menyoroti penerimaan pinjaman daerah tahap I yang terealisasi 25 persen, dari sumber dana ini sebagai penerimaan pembiayaan yang digunakan untuk proyek infrastruktur.

Fraksi Perindo menemukan sebagian besar pekerjaan proyek yang bersumber dari dana pinjaman daerah (PEN) belum dimulai dan baru sebatas peletakan batu pertama, bahkan papan proyek pun belum ada yang terpasang sebagaimana ditemukan oleh tim pada saat melakukan kunjungan kerja DPRD.

Kardiman mencontohkan proyek yang belum dimulai di antaranya di Kecamatan Lela, Kecamatan Mego, Kecamatan Nita dan beberapa wilayah kecamatan lain di Kabupaten Sikka. 

Fraksi Partai Perindo meminta hal ini menjadi perhatian OPD terkait dan mempertanyakan kendalanya apakah karena lemahnya proses perencanaan atau lambatnya pencairan dana.

 “Kepada pihak PUPR agar segera perintahkan pihak rekanan yang dimaksud untuk segera melakukan perbaikan," tegas Kardiman.

Fraksi Partai Perindo juga menemukan ada beberapa sarana dan prasarana pendidikan yang belum memiliki seperti ruang UKS, laboratorium dan kantin sebagai syarat yang harus dipenuhi sesuai standar akreditasi.

Selain itu, Kardiman menyampaikan agar pemerintah daerah setempat segera membangun turap pengaman badan jalan di ruas Jalan Bola-Hale pada titik tour Mage-Lobung di Desa Nenbura karena turap dalam keadaan rusak berat akibat terjangan gelombang laut.

Pemda, lanjutnya juga segera melakukan rehabilitasi SDI Welafole karena sesuai pengamatan Fraksi Partai Perindo, kondisi ruang kelas di sekolah tersebut dalam keadaan tidak layak pakai.

BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo

Kardiman melanjutkan terkait alokasi dana BOK untuk 25 Puskesmas di Kabupaten Sikka dari TA 2021 sebesar Rp17 milliar sampai sejauh ini belum direalisasikan. Padahal, semua program dan kegiatan sudah dilaksanakan dan SPPD pun sudah diserahkan ke Dinas Kesehatan. 

Fraksi Partai Perindo pun mendesak agar Pemda Sikka segera mengalokasikan anggaran untuk peningkatan jalur Jalan Kaliwajo-Poma, Kecamatan Tanawawo dan jalur Jalan Ratebata-Wololangga, Kecamatan Mego untuk segera direncanakan melalui pinjaman daerah. 

Globalflores