Fraksi Perindo Sikka Soroti Keterlambatan Pencairan Dana Desa dan Mangkraknya Pembangunan Jalan
Selasa 16 November 2021 09:48 WIBMAUMERE -- Fraksi Perindo menyoroti keterlambatan pencairan dana desa di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pasalnya, hingga menjelang akhir November 2021 realisasi tahap kedua pencairan dana desa baru mencapai 57 persen di 83 desa, sedangkan pencairan tahap ketiga masih nol persen.
Demikian disampaikan juru bicara Fraksi Perindo DPRD Kabupaten Sikka, Bernadus Kardiman saat menyampaikan pendapat akhir fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sikka Tentang Perubahan APBD Kabupaten Sikka Tahun Anggaran 2021 di Lepo Kula Babong, Jumat (12/11/2021) lalu.
BACA JUGA: Legislator Partai Perindo Buru Selatan Sebar Puluhan Beras ke Korban Banjir di Desa Waeturen
Untuk itu, Kardiman mendesak Pemda Sikka segera mendampingi para kepala desa melakukan proses pencairan dana desa untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat.
Hal lain disoroti adalah penjelasan Pemda setempat soal penggunaan anggaran pada pos belanja tidak terduga sebesar Rp13 miliar khususnya pada pos penanganan bencana alam.
Di situ ditemukan item pembangunan plat duiker ruas Jalan Bola-Hale di Desa Nenbura, Kecamatan Doreng. Tetapi sepanjang pengamatan Fraksi Perindo, beber Kardiman, tidak ditemukan adanya pembangunan plat duiker dimaksud.
BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo
Padahal dalam penjelasan pemda setempat terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi tertanggal 3 November 2021 terdapat pembangunan plat duiker.
Fraksi Perindo berpendapat telah terjadi pembohongan publik dan meminta Pemda Sikka segera merealisasikan pembangunan plat duiker tersebut.
“Fraksi Perindo memohon kepada Kejari Sikka untuk menelusuri penggunaan anggaran pembangunan plat duiker yang telah mencapai 100 persen, sementara fisik bangunan di lapangan masih nol persen,” tandas Kardiman.
Selain itu, pekerjaan ruas Jalan Wolodolo-Wololangga Desa Gera, Kecamatan Mego dinilai asal-asalan. Untuk itu, pemda setempat diminta mendesak kontraktor segera melakukan perbaikan karena kondisinya saat ini dalam keadaan rusak berat.
“Fraksi Perindo berharap agar segera direalisasikan dan harus ada pengawasan yang efektif agar tidak tidak terjadi kebocoran,” pungkas Kardiman.
Ekorantt.com


