Gercep Pemulangan Suci Pekerja Migran Korban Kekerasan di Malaysia, Tama S Langkun: Advokasi Hanya 4 Bulan
Kamis 15 Desember 2022 12:09 WIBJAKARTA -- Ketua Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Perindo Tama S. Langkun menyebut advokasi pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) Suci Anjarwati ke Indonesia yang mengalami kekerasan seksual selama bekerja di Malaysia merupakan langkah gerak cepat atau gercep hanya berlangsung dalam 4 bulan.
Suci akhirnya tiba di Bandara Soekarno Hatta, Tangerng, Banten, kemarin dan disambut suka cita pengurus Kartini Perindo serta Relawan Perempuan Anak (RPA) Perindo yang sebelumnya ikut membantu proses pemulangan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Tulungagung tersebut tersebut.
"Alhamdulillah, Puji Tuhan, advokasi 4 bulan kasus TKI tak berdokumen (ilegal) sudah menunjukan hasil. Ibu Suci, korban kekerasan seksual bisa pulang hari ini Rabu (14/12/2022)," kata Tama dalam keterangannya, Kamis (15/12/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Suci bisa kembali pulang ke Indonesia berkat hasil kerja sama yang luar biasa dari berbagai pihak termasuk RPA Perindo, BP2MI, dan Kementerian Luar Negeri. Hal ini juga merupakan bagian upaya Partai Perindo yang dikenal peduli dan gigih turun tangan memperjuangkan hak perempuan dan anak.
Tama mengatakan proses advokasi pemulangan Suci ke Indonesia tergolong cepat hanya berlangsung 4 bulan. Di mana pada kasus-kasus sebelumnya pemulangan pekerja migran Indonesia yang menjadi korban kekerasan di Malaysia bisa memakan waktu selama 1 tahun untuk dipulangkan ke Tanah Air.
"Diantarkan dari KJRI Penang dan diserahkan dari Kemlu ke RPA Perindo. Untuk kasus serupa, pada umumnya memakan waktu 1 tahun di deportasi tahanan imigrasi Malaysia," ungkap Tama.
Sebelumnya, Ketua DPP RPA Perindo Jeannie Latumahina mengatakan, laporan mengenai Suci Anjarwati diterima dari pihak keluarga yang kemudian diteruskan kepada BP2MI Jakarta dan Kementerian Luar Negeri.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Selanjutnya, RPA Perindo terus berkoordinasi dengan KJRI Penang, Malaysia hingga akhirnya jadwal kepulangan Suci ke Indonesia bisa diputuskan.
"Kami saat ini dengan kepulangan Ibu Suci ke Indonesia menyampaikan apresiasi kepada pihak yang telah bekerja sama dengan Perindo sehingga Ibu Suci bisa kembali ke Indonesia," ujar Jeannie saat menyambut kedatangan Suci di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Rabu (14/12/2022).
Adapun, Wakil Ketua DPP Kartini Perindo Ratih Gunaevy mengatakan Suci hanyalah satu dari pekerja migran lain yang juga mengalami kasus serupa.
Kasus kekerasan pada pekerja migran tentunya harus menjadi perhatian khusus terlebih sebagian besar korban merupakan PMI yang tidak memiliki dokumen keimigrasian lengkap seperti Suci.
"Tentunya ini harus jadi perhatian bersama terutama agar agensi penyalur PMI diawasi ketat. Pengawasan diperlukan agar peristiwa seperti yang dialami Ibu Suci ini bisa dihindari," ujar Ratih.


