Guntur Sariaman Dorong Durian Pakkat Jadi Komoditas Unggulan Humbang Hasundutan
Senin 02 Maret 2026 12:01 WIBHUMBANG HASUNDUTAN - Durian menjadi salah satu komoditas hortikultura yang paling menjanjikan di Kabupaten Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Di Kecamatan Pakkat, buah musiman ini bukan sekadar hasil kebun, melainkan sumber penghidupan utama sekaligus potensi ekonomi daerah yang terus didorong untuk naik kelas.
Komunitas petani di Pakkat tengah menyiapkan langkah strategis agar durian lokal memiliki identitas varietas unggulan yang dikenal luas. Salah satu gagasannya adalah penyelenggaraan Festival Durian pada Desember 2026. Bukan hanya perayaan panen, agenda itu dirancang sebagai ruang promosi dan seleksi untuk menemukan varietas terbaik yang paling diminati pasar.
Anggota DPRD Humbang Hasundutan Guntur Sariaman Simamora memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan durian sebagai komoditas unggulan daerah. Menurutnya, festival bisa menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi tawar petani sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
“Festival ini harus menjadi ajang promosi durian lokal sekaligus ruang untuk mengidentifikasi varietas terbaik yang paling diminati pengunjung. Varietas tersebut bisa dikembangkan menjadi unggulan lokal dengan nilai jual tinggi dan daya saing yang lebih kuat,” kata Guntur saat reses di Desa Lumban Tonga-tonga, Kecamatan Pakkat, Minggu (1/3/2026).
Dia menegaskan akan mendorong dukungan pemerintah kabupaten, baik dalam bentuk anggaran, promosi, maupun pembinaan teknis. Pengembangan komoditas dinilainya perlu dilakukan secara berkelanjutan agar berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat.
Secara produksi, Pakkat tercatat sebagai penyumbang durian terbesar di Humbang Hasundutan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, produksi di kecamatan ini mencapai 19.200 kuintal. Angka tersebut melampaui Parlilitan yang sebesar 11.690 kuintal dan Tarabintang 7.176 kuintal.
Reses bersama Komunitas Petani Durian tersebut turut dihadiri Camat Pakkat, Kepala Desa Lumban Tonga-tonga, serta perwakilan pengurus komunitas petani durian setempat.


