Daftar Anggota
  • Berita
  • Harga Pangan Naik, Bantuan Jemaat GMIM Minahasa Utara Dorong Ekonomi Warga
Harga Pangan Naik, Bantuan Jemaat GMIM Minahasa Utara Dorong Ekonomi Warga
Harga Pangan Naik, Bantuan Jemaat GMIM Minahasa Utara Dorong Ekonomi Warga

Harga Pangan Naik, Bantuan Jemaat GMIM Minahasa Utara Dorong Ekonomi Warga

Minggu 12 April 2026 14:06 WIB

MINAHASA UTARA - Kenaikan harga bahan pangan dalam beberapa waktu terakhir mulai menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan di tingkat akar rumput. Kondisi ini mendorong berbagai pihak untuk mengambil langkah langsung guna menjaga ketahanan sosial sekaligus memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis komunitas.

Di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, respons tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan sembako kepada jemaat Gereja Masehi Injili Minahasa (GMIM) Walinouw Tumaluntung, Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga daya tahan masyarakat di tengah tekanan ekonomi yang terus meningkat.

Anggota DPRD Kabupaten Minahasa Utara dari Partai Perindo, Anthoni Pusung, hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Dia menegaskan bahwa bantuan yang diberikan menyasar jemaat yang dinilai paling membutuhkan di tengah kondisi ekonomi saat ini.

“Bantuan ini adalah bantuan saya pribadi kepada jemaat saya yang sangat sekali membutuhkan dan yang pantas harus kita bantu,” ujar dia.



Lonjakan harga kebutuhan pokok dinilai telah berdampak langsung pada kemampuan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Situasi ini memperkuat urgensi intervensi langsung, terutama bagi kelompok masyarakat dengan pendapatan terbatas.

“Mengingat pada situasi kondisi saat ini juga harga bahan pangan semakin melonjak naik,” kata dia.

Bantuan yang disalurkan juga memiliki dimensi sosial-keumatan, seiring momentum perayaan keagamaan yang masih berlangsung. Selain sebagai bentuk kepedulian, langkah ini juga diharapkan memperkuat solidaritas antarjemaat di tengah tekanan ekonomi.

“Bantuan ini dalam rangka masih suasana Perayaan Paskah,” ucap dia.

Lebih jauh, kegiatan ini dinilai sebagai bagian dari pendekatan ekonomi kerakyatan, di mana intervensi langsung kepada masyarakat menjadi langkah awal untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus mendorong ketahanan ekonomi berbasis komunitas. Pendekatan tersebut menempatkan masyarakat sebagai pusat perhatian, dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar dan penguatan solidaritas sosial.

Ke depan, upaya serupa dinilai perlu diikuti dengan program pemberdayaan yang berkelanjutan, agar masyarakat tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga memiliki kapasitas ekonomi yang lebih mandiri dalam menghadapi dinamika harga dan tekanan ekonomi.