Hary Tanoesoedibjo: Kaum Perempuan Mempercepat Indonesia Menjadi Bangsa yang Sejahtera
Kamis 21 April 2022 22:35 WIBJAKARTA -- Ketua Umum DPP
Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo mengatakan
perjuangan kaum perempuan bisa mempercepat Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera.
Hal ini disampaikan Hary Tanoesoedibjo dalam menyambut kemeriahan Hari Kartini yang diperingati pada 21 April 2022.
"Perempuan bisa berperan aktif, produktif dan ikut membangun kesejahteraan rumah tangga, membangun daerah, membangun kemajuan bangsa dan negara.
Semoga perjuangan kaum perempuan bisa mempercepat Indonesia menjadi bangsa yang sejahtera," kata Hary Tanoesoedibjo seperti dikutip dari akun Instagram @PartaiPerindo, Kamis (21/4/2022).
Sementara itu, organisasi sayap perempuan Partai Perindo, Kartini Perindo, pun turut memperingati Hari Kartini yang dirayakan hari ini.
Di momen penting bagi kaum perempuan ini, Ketua Umum DPP Kartini Perindo Liliana Tanoesoedibjo mendorong kaum perempuan untuk terus tumbuh dan tangguh dalam membangun bangsa dan negara Indonesia.
"Perempuan Indonesia harus terus tumbuh menjadi perempuan yang tangguh, untuk dapat berpartisipasi membangun negeri," kata Liliana Tanoesoedibjo seperti dikutip dari akun Instagram @KartiniPerindo, Kamis (21/4/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Kartini Perindo menyebutkan kontribusi perempuan zaman now bagi kemajuan bangsa dan negara Indonesia terus menunjukkan peningkatan.
"Hari ini, kita memperingati Hari Kartini yang tujuannya adalah mengenang dan menghormati jasa pahlawan wanita Indonesia, R.A. Kartini," kata Wakil Ketua Umum DPP Kartini Perindo Ratih Gunaevy.
R.A. Kartini merupakan sosok perempuan paling bersejarah untuk bangsa dan negara Indonesia, khususnya bagi kaum wanita.
"R.A Kartini merupakan figur emansipatoris," ungkap Ratih.
Menurutnya, kegigihan R.A Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan sangat penting, karena keberadaan kaum hawa seringkali tidak dihargai.
Perempuan di masa R.A. Kartini, lanjutnya, hanya boleh mengerjakan urusan dapur dan mengurus anak, para wanita pun tidak diberi kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
"R.A Kartini dengan segenap hati dan jiwanya, berjuang agar para wanita Indonesia yang merasa tertindas mendapatkan derajat yang sama dengan pria. Perjuangan dari R.A Kartini ini benar-benar berpengaruh besar bagi para perempuan Indonesia," jelas Ratih.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Buktinya, perjuangan R.A Kartini dalam mengangkat derajat kaum perempuan Indonesia kini berbuah manis. Banyak kaum perempuan zaman now menduduki posisi strategis dalam berbagai bidang semisal politik, sosial, pendidikan dan hukum serta di pemerintahan maupun di bidang lainnya.
"Sampai sekarang pun kita tetap meneruskan perjuangan R.A Kartini, hanya dalam bentuk yang berbeda," ungkap Ratih.
Ratih menuturkan berbicara tentang kesetaraan memang tidak akan pernah ada habisnya, perjuangan menempatkan keterwakilan perempuan minimal 30% di parlemen pun masih terus digaungkan.
Diakuinya, saat perekonomian masyarakat terpuruk akibat pandemi, Kartini zaman now dituntut supaya lebih bisa berdaya untuk diri sendiri, keluarga, lingkungan dan negara.
"Kita jangan lah lupa, wanita itu multi talenta. Perempuan bisa mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan," jelas Ratih.
Kartini zaman sekarang harus bisa berkontribusi bagi negara, tanpa melupakan perannya sebagai istri dan ibu dan calon-calon generasi penerus.
"Untuk semua Kartini Perindo dan perempuan-perempuan hebat di luar sana, tetaplah semangat dalam menapak jejak menuju impian. Layaknya semangat Kartini yang membuahkan hasil di masa kini," tegasnya.
Ratih juga menyerukan kaum perempuan untuk tetap berani melanjutkan perjuangan yang sudah dimulai agar tidak mengkhianati segala bentuk pengorbanan, waktu, kesempatan dan usaha yang telah dilalui.
"Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan-perempuan hebat di luar sana," ungkapnya.


