Daftar Anggota
  • Berita
  • Hary Tanoesoedibjo Tak Akan Gugat PT 20%: Buang-buang Waktu, Fokus Kejar 60 Kursi DPR
Hary Tanoesoedibjo Tak Akan Gugat PT 20%: Buang-buang Waktu, Fokus Kejar 60 Kursi DPR
Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) saat konferensi pers di halaman gedung KPU. Foto: Retyan Sekar Nurani/kumparan

Hary Tanoesoedibjo Tak Akan Gugat PT 20%: Buang-buang Waktu, Fokus Kejar 60 Kursi DPR

Senin 01 Agustus 2022 15:12 WIB

JAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo, memastikan partainya tak akan ikut menggugat presidential threshold atau ambang batas pencalonan presiden seperti sejumlah pihak dan parpol lain.

Menurutnya, menggugat PT 20% hanya membuang-buang waktu.

"Tidak, buang-buang waktu," kata Hary Tanoesoedibjo yang hadir untuk mendaftarkan Partai Perindo sebagai parpol peserta Pemilu 2024 di KPU, Senin (1/8).

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Hary menerangkan partainya akan fokus untuk memperoleh kursi di Senayan jelang 2024.

Ia menargetkan Perindo bisa meraih lebih dari 10% suara atau 60 kursi di DPR RI. Ini dinilainya lebih penting dibandingkan melakukan gugatan PT 20%.

"Jadi target Partai Perindo tahun 2024 memperoleh kursi DPR RI minimal 60 kursi. Jadi sudah double digit ya, bukan single digit. Di atas 10 persen," ujarnya.

"Kita lewati saja pemilu ini secara maksimal supaya Partai Perindo betul-betul lewat seperti saya katakan tadi, double digit perolehan kursi di DPR RI," tandasnya..

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo,
kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Jelang Pemilu 2024, sejumlah tokoh termasuk parpol menggugat PT 20% ke Mahkamah Konstitusi.

PT yang terlalu tinggi dinilai membuat jumlah paslon terbatas, menutup ruang bagi paslon potensial yang tak memiliki tiket pencalonan presiden, hingga dikhawatirkan menciptakan polarisasi.

PKS salah satunya, baru-baru ini menggugat PT agar dapat diturunkan menjadi 7-9%.

“Dengan diajukannya permohonan ini, kami berusaha untuk membuka peluang banyak anak bangsa yang potensial untuk berkompetisi dalam pemilihan presiden, sehingga rakyat ditawarkan banyak calon alternatif, yang tidak hanya itu-itu saja,” kata Presiden PKS Ahmad Syaikhu usai sidang perdana gugatan di Jakarta, Selasa (26/7).

Kumparan