HDCU Semakin Menyala Terima Tambahan Dukungan Partai Perindo, Warning Paslongub Sumsel Lain
Kamis 18 Juli 2024 07:02 WIBPALEMBANG - Paslon HDCU (Herman Deru-Cik Ujang) semakin menyala setelah kembali mendapat dukungan satu kursi lagi maju Pilkada Sumsel 2024 dari Partai Perindo, Rabu (17/7/2024) pukul 16.00.
Juru Bicara Herman Deru, H Alfarenzi Panggarbesi membenarkan HDCU telah menerima langsung rekomendasi dukungan dari Ketua Desk Pilkada DPP Partai Perindo Angela Tanoesoedibjo di kantor DPP Perindo bertempat di Jalan Diponegoro 29, Menteng Jakarta Pusat.
Hal senada juga dikatakan Ketua DPW Partai Perindo Sumsel Febuar Rahman SH yang menyebutkan ada 3 pasangan bakal calon kepala daerah di Sumsel diserahi SK DPP Perindo terkait dukung di Pilkada Serentak 2024 nanti.
"Tadi ada tiga calon kepala daerah yang mendapatkan rekom Partai Perindo," ungkap Febuar Rahman SH.
Untuk bakal calon gubernur Sumsel diterima HDCU. Lal untuk bakal calon bupati Muaraenim diserahkan kepada Ahmad Rizali - Shinta Paramita.
Kemudian untuk bakal calon bupati OKU Timur diterima Lanosin Hamzah - M Adi Nugraha.
"Kita akan patuh dengan keputusan DPP. Insya Allah Perindo Sumsel solid mengawal keputusan DPP," tegas Febuar yang juga merupakan advokat kondang.
Masing-masing dari Partai Nasdem 10 kursi, Partai Demokrat 8 kursi, PKS 7 kursi, dan Perindo 1 kursi. Total 26 kursi
Sementara itu, pengamat politik Arianto, ST, MT, M.IKOM,POL mengingatkan agar Paslongub Sumsel lainnya yang belum mendapatkan dukungan parpol untuk tetap waspada pemilihnya tergerus ke HDCU (Herman Deru - Cik Ujang).
"Hati-hati Paslongub yang belum dapat Parpol pengusung, baik itu MataHati maupun HAPAL pemilihnya bisa tergerus ke HDCU," ungkap Arianto, ST, MT, M.IKOM,POL.
Mantan Peneliti LSI ini menyebut sinyal partai Golkar masih 40 persen ke Anita Noeringhati dan Popo Ali Martopo.
"Ini dibuktikan dengan belum dikeluarkannya satupun surat untuk kedua nama tersebut baik surat tugas atau rekom kepada kedua Paslon ini," kata Arianto.
Menurutnya, ini sangat berpengaruh elektabilitas paslon yang belum mendapat kepastian dukungan dari Parpol pengusung. Karena masyarakat akan menunggu.
Dengan semakin dekat Pilkada waktunya maka pemilih itu biasanya akan mengerucut kepada pasangan calon yang sudah mendapatkan surat tugas atau surat rekomendasi dari partai politik.
"Pengalaman kami, karena masyarakat pemilih akan bimbang menentukan pilihan. Pilihan yang bimbang ini biasanya semakin dekat Pilkada akan mengerucut memilih calon yang sudah mempunyai partai pendukung atau partai pengusungnya,: kata Arianto.
Inilah yang harus diantisipasi bagi pasangan MataHati dan HAPAL. Karena kalau sampai detik ini menjelang dua bulan belum dikeluarkan surat rekomendasi dari Parpol, otomatis pemilih militansi parpol biasanya akan menyebar secara merata ke calon-calon lain.
"Ini yang tidak bisa dihindari dan pasti akan merugikan bagi calon yang diusung parpol tersebut," ujarnya.
Tribunnews


