Daftar Anggota
  • Berita
  • Indra Sjafri Beberkan Temuan Mengejutkan Hasil Psikotes Pemain Timnas Indonesia
Indra Sjafri Beberkan Temuan Mengejutkan Hasil Psikotes Pemain Timnas Indonesia
Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri membeberkan temuan baru soal alasan mengapa para pemain muda di Indonesia kerap melempem di level senior.

Indra Sjafri Beberkan Temuan Mengejutkan Hasil Psikotes Pemain Timnas Indonesia

Jumat 26 Agustus 2022 18:55 WIB

JAKARTA - Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri membeberkan temuan baru soal alasan mengapa para pemain muda di Indonesia kerap melempem di level senior.

Temuan tersebut disampaikan dalam webinar Partai Perindo bertajuk "Belajar dari Sukses Timnas U-16, Kita Bangun Tim Sepak Bola yang Hebat", Jumat (24/8/2022).

Indra Sjafri merupakan sosok yang pernah berjasa mengembangkan Timnas Indonesia U-19.

Namun, faktanya, hanya sedikit pemain Timnas Indonesia U-19 era Indra Sjafri yang berhasil tembus ke tim nasional senior.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Publik sepak bola Indonesia bertanya-tanya, kemana sisa dari skuad Timnas Indonesia kelompok umur terdahulu?

Pemain-pemain seperti Maldini Pali, Ravi Murdianto hingga Muklis Hadi kilaunya meredup.

Indra menjelaskan hasil temuan mengejutkan dari psikotes yang dilakukannya terhadap mantan anak asuhnya.

“Lalu pemain saya yang zaman Evan Dimas itu, yang pada hilang itu, dari hasil penemuan saya melalui psikotes. Sudah diprediksi, mereka tidak berkomitmen, mereka mencari profesi lain atau terpengaruh lingkungan,” kata Indra.

“Lalu kalau di senior tidak berhasil, maka tugasnya adalah mencetak lagi generasi baru yang lebih berkualitas, contoh Timnas Jerman di kelompok umur itu enggak semuanya bermain di tim senior,” tambahnya.

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Para pemain yang era Evan Dimas banyak yang terbenam ke kasta kompetisi kedua. Boro-boro Timnas Indonesia senior, banyak para pemain yang bahkan tidak mampu bersaing di Liga 1 dan membela tim-tim Liga 2.

"Mungkin ada sistem yang harus diperbaiki, tim-tim Liga 1 itu enggak bisa diatur yang main harus pemain U-19 kaya gitu enggak bisa. Artinya di Liga 1 itu pemain-pemain yang berkualitas,” ujar Indra.

“Kalau pemainnya berkualitas, itu Marselino (Ferdinan) umur 17 udah main di Persebaya,” pungkasnya.

SINDOnews.com