Jadi Role Model Bagi Parpol Lain, Konvensi Rakyat Dekatkan Partai Perindo dengan Konstituen
Jumat 17 Desember 2021 20:22 WIBJAKARTA -- Konvensi rakyat berbasis digital digagas Partai Persatuan Indonesia (Perindo) dipastikan akan menjadi role model dan pionir bagi partai politik lainnya dalam menjaring kandidat bakal calon anggota legislatif di Pemilu 2024.
"Ini layak diapresiasi dan bisa jadi role model bagi partai lain," kata analis politik Arif Nurul Iman ketika didapuk sebagai pembicara dalam Webinar Partai Perindo bertajuk "Konvensi Rakyat: Perwujudan Konkret Partai Perindo yang Modern & Inklusif", yang digelar secara virtual, Jumat (17/12/2021).
BACA JUGA: Konvensi Rakyat Perindo Kesempatan Emas Generasi Baru Terlibat Perpolitikan Indonesia
Arif menegaskan Partai Perindo menjadi satu-satunya partai politik (parpol) yang pertama kalinya mempelopori proses penjaringan bakal calon anggota dewan dengan mengunakan sistem digital.
Apalagi, gagasan Konvensi Rakyat Partai Perindo ini belum pernah dilakukan partai politik lain di Tanah Air.
"Konvensi rakyat calon legislatif yang digelar Partai Perindo merupakan pionir dan pertama di Indonesia," ujar Direktur Indostrategi Research and Consulting itu.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Dengan konvensi rakyat berbasis e-democracy ini, menurutnya, Partai Perindo akan makin dekat dengan konstituen dalam melakukan proses perekrutan bakal calon anggota dewan dari setiap kalangan usia, terutama bagi generasi milenial.
"Mengingat pemilih banyak yang milenial sehingga cara digital ini akan mendekatkan partai politik dengan pemilihnya karena partai politik cenderung lebih mengikuti selera konstituen dan pemilih," ungkap Arif.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com atau hubungi (021) 5068200 dan (WA) 081901002376
Sementara, Sekretaris Komite Eksekutif Konvensi Rakyat Partai Perindo Arief Budiman menjelaskan keterbukaan yang diterapkan di konvensi rakyat nantinya dapat menangkal perilaku koruptif yang ada di proses elektoral dan lembaga legislatif.
"Tentu harapannya adalah integritas para kandidat dan calon ke depannya bisa menjadi kokoh. Sehingga perilaku koruptif dalam proses elektoral dan perilaku koruptif di lembaga legislatif bisa dicoba untuk diatasi sejak dini," jelas Arief.


