Jalan Rusak hingga Drainase Tersumbat, Warga Manggarai Titip Harapan ke Hima Domi Antonius
Selasa 03 Maret 2026 14:57 WIBMANGGARAI - Jalan lingkungan yang rusak, drainase tersumbat hingga akses kampung yang belum tersentuh rabat beton masih menjadi persoalan di Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.
Di tengah pembahasan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) kepala daerah dan rancangan KUA-PPAS 2027, warga mempertanyakan sejauh mana kebutuhan dasar mereka masuk dalam prioritas anggaran.
Persoalan itu menjadi benang merah dalam reses Masa Sidang II Tahun Dinas 2026 yang digelar anggota DPRD Manggarai Hima Domi Antonius pada 25-28 Februari 2026. Dia menyambangi empat kelurahan di Kecamatan Langke Rembong yakni Satar Tacik, Compang Carep, Carep dan Poco Mal.
“Antusiasme warga yang hadir menunjukkan tingginya harapan terhadap peran DPRD dalam memperjuangkan aspirasi pembangunan di wilayah mereka,” tutur Ketua Fraksi Partai Perindo DPRD Kabupaten Manggarai ini.
Di Satar Tacik, warga Kampung Wae Buka meminta pembangunan gapura pintu masuk dan rabat jalan sepanjang 250 meter. Usulan lain mencakup pembangunan jalan di Cunca Lawar, serta rehabilitasi jalan lingkungan dan pembukaan akses setapak baru di kawasan perumahan. Infrastruktur dasar masih menjadi kebutuhan mendesak.
Keluhan serupa muncul di kelurahan lain. Drainase yang tak memadai disebut memperparah genangan saat hujan. Sejumlah warga juga menyoroti penertiban hewan piaraan yang dinilai mengganggu kenyamanan dan keamanan lingkungan.
Hima menyebut, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan ruang pertanggungjawaban publik. Menurutnya fungsi legislasi, pengawasan dan penganggaran DPRD hanya bermakna jika berangkat dari kebutuhan riil warga di tingkat kampung dan kelurahan.
Kegiatan tersebut berlangsung di tengah pembahasan LKPJ 2025 serta penyusunan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara 2027. Aspirasi yang dihimpun akan menjadi bahan dalam forum pembahasan fraksi maupun rapat paripurna DPRD.
Hima berjanji memperjuangkan seluruh aspirasi yang disampaikan kepada pemerintah daerah. Namun, realisasinya akan sangat bergantung pada proses politik anggaran dan skala prioritas pembangunan Kabupaten Manggarai tahun mendatang.
“Saya akan memperjuangkan semua aspirasi masyarakat, akan disampaikan ke pemerintah daerah agar harapan masyarakat bisa terjawab. Kita menunggu prosesnya,” kata Hima.


