Daftar Anggota
  • Berita
  • Jejak Bung Hatta Terabaikan di Mariam, Petrus Tethool Desak Pengembangan Wisata Sejarah
Jejak Bung Hatta Terabaikan di Mariam, Petrus Tethool Desak Pengembangan Wisata Sejarah
Jejak Bung Hatta Terabaikan di Mariam, Petrus Tethool Desak Pengembangan Wisata Sejarah

Jejak Bung Hatta Terabaikan di Mariam, Petrus Tethool Desak Pengembangan Wisata Sejarah

Senin 20 April 2026 14:17 WIB

BOVEN DIGOEL - Sejarah besar nyaris terkubur sunyi di tepian Boven Digoel, Papua Selatan. Di Kampung Mariam, jejak pengasingan tokoh proklamator RI Mohammad Hatta belum terkelola serius. Akses dasar terbatas, perhatian pemerintah pun minim.

Anggota DPRD Kabupaten Boven Digoel dari Partai Perindo Petrus Nicodemus Tethool terus mendorong agar Kampung Mariam tidak berhenti sebagai penanda sejarah, tetapi dikembangkan menjadi destinasi wisata berbasis historis.

“Kalau dikelola serius, kampung ini bisa menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Dampaknya langsung ke pendapatan asli daerah dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Petrus, Senin (20/4/2026).

Menurutnya, nilai historis Kampung Mariam tak bisa dipandang remeh. Di wilayah itu, Mohammad Hatta pernah diasingkan pada 1935-1936. “Kampung Mariam sangat bersejarah. Di sana Bung Hatta pernah diasingkan bersama Sutan Sjahrir dan Sayuti Melik,” katanya.

Namun, lanjut Petrus, potensi tersebut belum berbanding lurus dengan pembangunan infrastruktur maupun pengelolaan kawasan. Akses menuju kampung itu masih terbatas, perjalanan dari ibu kota distrik harus ditempuh dengan speedboat selama sekitar 45 menit.

Selama masa reses, Wakil Ketua Komisi A DPRK Boven Digoel ini terus mendorong pembangunan Kampung Mariam melalui koordinasi dengan dinas terkait. Fokusnya mencakup penyediaan air bersih, perbaikan lingkungan, serta peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan.

Petrus menegaskan, pengembangan Kampung Mariam bukan hanya soal pelestarian sejarah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Saya akan terus mendorong dukungan pemerintah daerah agar Kampung Mariam menjadi kampung wisata sejarah,” pungkasnya.