Jokowi Kocok Ulang Kabinet, Ini Analisis Politikus Partai Perindo Tama S Langkun
Senin 20 Juni 2022 11:32 WIBJAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu melakukan reshuffle kabinet kepada dua orang pembantunya di kabinet, pada Rabu 15 Juni 2022.
Keduanya adalah, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi. Dia digantikan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan. Kemudian Menteri Agraria dan Tata Ruang (ART) Sofyan Djalil digantikan mantan Panglima TNI Marsekal TNI (Purn) Hadi Tjahjanto.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Ketua DPP Partai Perindo Bidang Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM), Tama S Langkun mengatakan, pertimbangan tersebut bisa jadi dilihat dari berbagai faktor seperti kinerja kabinet dan konteks politik.
"Semuanya (faktor kinerja dan politik) ada di sana. Artinya suatu hal yang wajar," kata Tama dalam diskusi MNC Trijaya FM bertajuk "Polemik Dramaturgi Reshuffle" secara daring, Sabtu (18/6/2022).
Pertama, terkait kinerja kabinet di mana
bnyaknya problem yang belakangan terjadi di lingkungan kementerian.
Seperti kasus korupsi dan tidak sanggupnya pengendalian harga bahan pokok, membuat Presiden harus segera melakukan reshuffle.
"Pertama itu diletakkan sebagai hak prerogatif presiden, kemudian dia bisa mengganti pembantu-pembantunya karena kalau pembantunya (kinerja) jelek pun juga pasti yang ketampar ya pimpinannya," tuturnya.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Selanjutnya, dalam konteks politik, Tama mengatakan pertimbangan tersebut sangat wajar dan perlu dilakukan Presiden dalam menata ulang formasi kabinet.
Karena ketika koalisi bekerja dengan eksekutif, koalisi tersebut harus mengawal pemerintahan hingga selesai.
"Jangan sampai kemudian di tengah jalan ini sudah ada yang ke sana kemari yang kemudian nggak fokus kerjaan itu kemudian mengganggu stabilitas kerja dari pemerintah."
"Jadi meskipun itu urusan politik tapi saya percaya ada base line kinerja yang diukur di sana," pungkasnya.
Okezone


