Kaleb Woisiri Dorong Sinergi Pemda dan TNI Perkuat Ketahanan Pangan di Waropen
Jumat 21 Agustus 2026 09:20 WIBWAROPEN – Anggota DPRK Kabupaten Waropen dari Partai Perindo, Kaleb VB Woisiri, mengunjungi Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 860/Nawasena Satya Ksatria (NSK) di SP VII, Distrik Audate, Kabupaten Waropen. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka melihat langsung pelaksanaan program ketahanan pangan sekaligus menghadiri panen padi dan ikan lele yang dikembangkan di lahan Yonif TP 860/NSK.
Dalam kunjungan tersebut, para anggota DPRK melihat sejumlah kegiatan pertanian dan peternakan yang dikembangkan sebagai bagian dari program ketahanan pangan. Selain tanaman padi dan kolam ikan lele menggunakan terpal, mereka juga meninjau kandang kambing, peternakan babi, serta kandang baterai ayam petelur.
Kaleb mengatakan kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan DPRK terhadap upaya TNI dalam mengembangkan sektor pangan di Waropen. Menurutnya, program ketahanan pangan akan lebih kuat apabila didukung melalui kerja sama lintas sektor dan melibatkan masyarakat secara langsung.
"Kami melihat ada potensi besar yang bisa dikembangkan untuk memperkuat ketahanan pangan di Waropen. Apa yang dilakukan Yonif TP 860/NSK perlu didukung dan dikembangkan melalui sinergi dengan pemerintah daerah serta masyarakat," ujar Kaleb.
Kaleb berharap Pemerintah Kabupaten Waropen dapat membangun kerja sama yang lebih erat dengan Yonif TP 860/NSK dalam pengembangan program ketahanan pangan. Kolaborasi tersebut dinilai dapat memperkuat pelaksanaan program strategis nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Rombongan DPRK didampingi Komandan Yonif TP 860/NSK Letkol Alfa Erydani, S.Hub.Int. Dalam kesempatan tersebut, pihak batalyon menjelaskan tahapan pengembangan program ketahanan pangan yang tengah dilakukan di Kabupaten Waropen, termasuk pengelolaan berbagai sumber daya yang tersedia di kawasan tersebut.
Menurut Kaleb, pemerintah daerah memiliki sumber daya dan kewenangan dalam pembangunan daerah, sementara TNI memiliki sumber daya manusia serta pengalaman dalam mengorganisasi kegiatan di lapangan. Jika kedua potensi tersebut dipadukan dan melibatkan masyarakat, upaya memperkuat ketahanan pangan di Waropen dinilai akan lebih optimal.
"Pemda dan TNI memiliki sumber daya yang dapat saling melengkapi. Jika masyarakat juga dilibatkan sejak proses perencanaan hingga pelaksanaan, saya optimistis potensi Waropen dapat dikembangkan untuk mencapai ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.
Ia menambahkan, ketahanan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan bahan pangan, tetapi juga kemampuan daerah mengembangkan produksi dan menciptakan sumber penghasilan bagi masyarakat. Karena itu, program pertanian, perikanan, dan peternakan perlu dikembangkan secara berkelanjutan dengan memperhatikan potensi lokal.
DPRK Waropen, kata Kaleb, akan terus mendorong agar kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI, dan masyarakat dapat berjalan secara berkesinambungan. Dengan kerja sama tersebut, program ketahanan pangan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan produksi, tetapi berkembang menjadi bagian dari penguatan ekonomi masyarakat di Kabupaten Waropen.


