Kasus Kematian dr. Icha Ramai Jadi Sorotan, Ketua Partai Perindo NTT Minta Polisi Usut Transparan
Kamis 02 Juli 2026 11:06 WIBKupang – Keprihatinan atas meninggalnya dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha terus berdatangan. Terkini, Simson A. Lawa Ketua DPW Partai Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT) yang menyampaikan kesedihannya. Dia meminta aparat kepolisian mengusut penyebab kasus tersebut secara profesional dan transparan.
Menurut Simson, peristiwa yang menimpa dr. Icha telah menyita perhatian publik dan memunculkan berbagai pertanyaan yang perlu dijawab melalui proses hukum yang objektif. Karena itu, dia menegaskan pentingnya penyelidikan yang dilakukan secara terbuka agar masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab kematian korban.
“Saya menilai seluruh pihak yang mengetahui maupun memiliki informasi terkait peristiwa tersebut perlu dimintai keterangan, baik secara langsung maupun tidak langsung, harus dimintai keterangan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Penegakan hukum tidak boleh dipengaruhi jabatan maupun kepentingan tertentu,” kata Simson dalam keterangannya, Kamis (2/7/26).
Selain mengusut penyebab kematian korban, Simson juga mendorong aparat penegak hukum untuk menelusuri informasi yang berkembang mengenai dugaan intimidasi sebelum dr. Icha meninggal dunia. Jika ditemukan adanya unsur pidana, proses hukum harus dilakukan secara tegas terhadap siapa pun yang bertanggung jawab.
Dia juga berharap kasus tersebut menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap tenaga kesehatan dalam menjalankan tugas profesinya. Menurutnya, dokter dan tenaga medis harus dapat bekerja secara profesional tanpa tekanan, intimidasi, maupun intervensi dari pihak mana pun.
“Saya mengajak seluruh masyarakat untuk mengawal proses hukum dengan tetap menghormati asas praduga tak bersalah serta memberikan kepercayaan kepada aparat kepolisian untuk bekerja secara independen,” pungkasnya.
Sebelumnya, kepolisian menyatakan masih melakukan penyelidikan terhadap rangkaian peristiwa yang berkaitan dengan meninggalnya dr. Icha. Kasus ini menjadi perhatian luas setelah keluarga menyampaikan dugaan intimidasi yang dialami korban sebelum ditemukan meninggal dunia. Aparat menegaskan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dengan mengedepankan alat bukti dan keterangan para saksi.


