Kasus Kematian Santri Gontor, Abdul Khaliq: Usut Tuntas, Eksistensi Pendidikan Ponpes Harus Dijaga
Selasa 27 September 2022 07:45 WIBJAKARTA - Beberapa waktu lalu publik dihebohkan dengan meninggalnya AM (17) yang merupakan santri Ponpes Modern Gontor , Jawa Timur.
AM meninggal diduga karena mendapatkan tindak kekerasan dari seniornya.
Ketua Bidang Keagamaan DPP Partai Perindo Abdul Khaliq Ahmad mengatakan, kasus tersebut harus diusut dengan ketentuan hukum yang berlaku.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Dugaan tindakan kekerasan tersebut harus diusut secara tuntas guna memberikan pelajaran tindakan kekerasan dalam hal apapun tidak dapat dibenarkan.
"Usut tuntas secara hukum pelaku dan pihak yang terlibat," kata Khaliq kepada MNC Portal Indonesia, Senin (26/9/2022).
Ketua Umum DPP Silaturahmi Haji dan Umrah Indonesia (SAHI), ini melanjutkan, dengan menuntaskan ke akar tentang tewasnya santri tersebut juga dapat menyelamatkan nama baik seluruh Ponpes yang ada di Indonesia.
Menurutnya, ponpes merupakan tempat terbaik untuk mempelajari ilmu agama di tengah maraknya penyelewengan pemahaman agama yang menyebabkan tindakan anarkis.
"Eksistensi dan masa depan pendidikan ponpes harus dijaga," ujarnya.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Untuk mengantisipasi hal serupa terulang, Khaliq melanjutkan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama harus mengambil sikap tegas.
Salah satunya dengan mengeluarkan pedoman dalam keamanan santri di ponpes.
"Perlu regulasi perlindungan dan pengawasan pendidikan ponpes untuk keamanan dan kenyamanan belajar santri," ujarnya.
Sebagai informasi, SAHI merayakan hari lahir ke-4. Bertempat di Sekretariat DPP SAHI Jalan H. Ramli Nomor 3B, RT 10/15, Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).
Beberapa pengurus merayakan syukuran dengan memotong tumpeng
SINDOnews.com


