Kawal Pendidikan Teluk Bintuni, Daniel Dudung Terus Perjuangkan Anggaran & Kesejahteraan Guru
TELUK BINTUNI - Pendidikan bukan sekadar soal besarnya anggaran, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan guru dan tenaga pendidik mendapat dukungan yang layak untuk menjalankan tugasnya. Penguatan anggaran pendidikan dan kesejahteraan pendidik menjadi dua hal yang terus menjadi perhatian di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.
Legislator Partai Perindo Daniel Dudung menilai, keberpihakan terhadap pendidikan harus terlihat dalam kebijakan anggaran. Pemerintah daerah perlu menjaga agar alokasi pendidikan tetap memadai untuk menjawab kebutuhan sektor tersebut, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
“Saya terus beri masukan tentang pendidikan. Saya sampaikan kepada Bapak Bupati dan Wakil Bupati, terutama kalau bisa dana pendidikan jangan kurang dari 20 persen,” ujar anggota Komisi A DPRK Teluk Bintuni dari Daerah Pemilihan Teluk Bintuni 1 ini, Rabu (2/9/2026).
Dia mengapresiasi alokasi anggaran pendidikan Teluk Bintuni pada 2026 yang mencapai sekitar 30 persen. Menurutnya, besarnya alokasi tersebut menunjukkan adanya perhatian pemerintah daerah terhadap sektor pendidikan. “Kalau tidak salah, tahun 2026 ini mungkin lebih daripada 20 persen, sekitar 30 persen. Kita berikan tepuk tangan untuk pemerintah daerah,” katanya.
Namun, bagi Daniel, dukungan terhadap pendidikan tidak cukup berhenti pada besaran anggaran. Kesejahteraan tenaga pendidik juga perlu mendapat perhatian karena guru merupakan bagian penting dalam menentukan kualitas pendidikan, terlebih bagi mereka yang bertugas jauh dari pusat kota.
Perhatian terhadap kesejahteraan guru sebenarnya sudah diperjuangkan Daniel sejak masih menjabat sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Teluk Bintuni. Dia mendorong agar honor dan insentif tenaga pendidikan dibayarkan selama 12 bulan, bukan 11 bulan seperti sebelumnya. “Dan itu bagian dari memberikan motivasi kepada guru-guru, bahkan kepala sekolah,” tuturnya.
Kebijakan tersebut dinilainya penting karena guru yang bertugas jauh dari pusat kota menghadapi kebutuhan dan tantangan yang lebih besar. Dukungan terhadap kesejahteraan mereka juga berkaitan dengan motivasi dalam menjalankan tugas.
Pengalaman tersebut menjadi bagian dari perhatian Daniel ketika kini menjalankan fungsi legislatif. Dia memastikan persoalan pendidikan akan kembali disampaikannya dalam pembahasan sidang anggaran perubahan mendatang, termasuk terkait penguatan anggaran dan kebutuhan tenaga pendidik.
Bagi Daniel, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pembangunan sektor pendidikan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, tetapi juga harus memastikan tenaga pendidik mendapat dukungan yang memadai.
Dengan pengalaman di birokrasi, legislatif dan dunia pendidikan, Daniel menilai kebijakan pendidikan perlu terus dikawal agar anggaran yang dialokasikan benar-benar memberi dampak bagi guru dan peserta didik. Dia berharap penguatan sektor pendidikan menjadi bagian penting dari pembangunan Teluk Bintuni ke depan. “Pendidikan adalah investasi jangka panjang untuk kualitas SDM dan masa depan Teluk Bintuni,” tegasnya.


