Daftar Anggota
  • Berita
  • Kembangkan UMKM, Caleg Partai Perindo Diska Janji Kembalikan Uang Reses ke Dapil Jika Terpilih
Kembangkan UMKM, Caleg Partai Perindo Diska Janji Kembalikan Uang Reses ke Dapil Jika Terpilih
Caleg DPRD Provinsi Dapil 8 Jakarta Selatan Partai Perindo Diska Resha Putra

Kembangkan UMKM, Caleg Partai Perindo Diska Janji Kembalikan Uang Reses ke Dapil Jika Terpilih

Jumat 02 Februari 2024 17:57 WIB

JAKARTA - Caleg DPRD Provinsi Dapil 8 Jakarta Selatan Partai Perindo Diska Resha Putra berkomitmen untuk memajukan sektor UMKM jika terpilih dalam kontestasi politik tahun 2024. 

Hal itu dilakukan dengan cara memanfaatkan uang reses yang diberikan kepada anggota DPRD.

Resha mengatakan sektor UMKM memegang peranan penting dalam menjaga ekonomi mikro. Sehingga bantuan yang akan diberikan diharapkan mampu mendorong para pelaku UMKM naik kelas.

"Dana reses akan saya kembalikan untuk kemajuan Dapil saya. Itu yang mau saya praktikan, kalau kita mau cari uang, kita bisa cari dari yang lain, tetapi ini yang masyarakat," ujar Diska saat melakukan sosialidasi di Pengadegan, Jakarta Selatan, Jumat (2/2/2024).

Di samping itu, Diska juga menyebutkan bahwa hal ini dilakukan dalam bentuk transparansi penggunaan anggaran pemerintah yang bersumber dari pajak masyarakat itu.

Sehingga dengan pengembalian dana reses itu, bisa membantu masyarakat terutama yang berada di Dapil 8 Jakarta Selatan (Tebet, Pancoran, Mampang Prapatan, Pasar Minggu dan Jagakarsa).

Pada kesempatan tersebut, Diska juga menghimbau kepada masyarakat untuk memilih partai dengan melihat rekam jejak partai tersebut, terutama dari sisi kasus korupsi.

Menurutnya, Partai Perindo yang dipimpin oleh Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo dan mendukung Capres Pemilu 2024 Ganjar Pranowo itu bersih dari catatan korupsi. Portofolio itu setidaknya menjadi gambaran idealisme partai untuk mensejahterakan masyarakat.

"Memilih partai melihat partainya, apakah ada yang pernah ketangkep korupsi? Karena kita (Partai Perindo) tidak ada setor uang, tingkat korupsi karena ada tekanan partai yang tinggi," tutup Diska.

Okezone