Daftar Anggota
  • Berita
  • Kemenhub Izinkan Harga Tiket Pesawat Naik, Partai Perindo: Kebijakan yang Kurang Bijak
Kemenhub Izinkan Harga Tiket Pesawat Naik, Partai Perindo: Kebijakan yang Kurang Bijak
Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai Perindo, Yusuf Lakaseng

Kemenhub Izinkan Harga Tiket Pesawat Naik, Partai Perindo: Kebijakan yang Kurang Bijak

Selasa 09 Agustus 2022 07:54 WIB

JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengizinkan maskapai penerbangan menaikkan tarif perjalanan mereka.

Terdapat dua batas maksimal yang ditentukan oleh Kemenhub, yakni 15% untuk pesawat jenis jet dan 25% untuk pesawat jenis propeller.

Merespons hal tersebut, Ketua Bidang Organisasi dan Kaderisasi DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Yusuf Lakaseng menilai kebijakan tersebut tidak sesuai dengan kondisi perekonomian di Indonesia yang sedang berjuang tumbuh kembali setelah terdampak pandemi Covid-19.

"Kebijakan yang kurang bijak sekaligus inkonsisten, di satu sisi mengimbau agar maskapai menentukan harga tiket agar terjangkau oleh masyarakat tapi di sisi lain membuka ruang maskapai menaikkan tarif batas atas dalam Keputusan Menteri Nomor 142 Tahun 2022," ujar Yusuf kepada MNC Portal Indonesia, Senin (8/8/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Ia melanjutkan sebelum ada kebijakan tersebut masyarakat juga sudah mengeluhkan harga tiket pesawat yang lebih tinggi dari sebelumnya.

Dengan adanya kenaikan ini, maka masyarakatlah yang akan lebih terbebani.

"Kenaikan harga tiket itu menaikkan inflasi, menekan daya beli rakyat dan mengganggu pariwisata," jelas Yusuf.

"Tingkat okupansi hotel dipastikan akan menurun karena pergerakan orang berkurang, begitu pun bisnis travel agensi juga terganggu, UKM yang ada hubungannya dengan pariwisata akan terganggu," sambungnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Dia menambahkan seharusnya Kemenhub lebih dalam lagi melakukan kajian terkait menaikkan harga tiket pesawat dengan lebih banyak mendengarkan aspirasi masyarakat.

"Tidak hanya mendengar suara operator penerbangan tapi juga suara konsumen dan para pelaku usaha di bidang pariwisata, seperti pengusaha hotel dan travel agent," tutupnya.

SINDOnews.com