Keributan di Babarsari Yogyakarta, Partai Perindo Usul Pendataan Ulang Mahasiswa di Asrama
Kamis 07 Juli 2022 14:06 WIBJAKARTA -- Keributan dua kelompok terjadi di kawasan Babarsari, kelurahan Caturtunggal, Kapanewon Depok, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Bentrok dua kelompok massa ini buntut dari penganiayaan di salah satu tempat hiburan di wilayah tersebut, Sabtu (2/7/2022) dini hari.
Ketua DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) DIY Yuni Astuti menduga, keributan tersebut berasal dari kalangan mahasiswa dari luar daerah yang menetap di DIY.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Selama berkuliah di DIY, mereka banyak menempati asrama yang merupakan bantuan dari Pemerintah Daerah masing-masing wilayah.
Menurutnya, untuk menghindari kejadian serupa terulang, perlu dilakukan pendataan ulang terhadap mahasiswa yang tinggal di asrama.
Ia melanjutkan, banyak mahasiswa yang sudah tidak aktif kuliah masih tinggal di asrama. Menurut dia, jika sudah tidak aktif sebagai mahasiswa, maka bantuan yang diberikan dari Pemda untuk keperluan kuliah mereka akan dihentikan.
"Mahasiswa luar Yogyakarta yang sudah tidak kuliah itu bantuan sudah di stop sama Pemerintah mereka, terus mereka mau nyari makan di mana, akhirnya ya begitu itu (ribut)," kata Yuni kepada MNC Portal Indonesia, Rabu (6/7/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
"Yang tinggal di asrama berapa, yang sudah tidak di asrama berapa, yang tidak kuliah lagi di DO itu berapa, dari situlah baru bisa mencari akar permasalahannya," ucapnya menambahkan.
Sebelumnya, kericuhan di Babarsari terjadi pada 2 dan 4 Juli 2022. Kericuhan dua kelompok massa ini buntut dari penganiayaan di salah satu tempat hiburan di wilayah tersebut, Sabtu (2/7/2022) dini hari.
Akibat dari kericuhan tersebut, menyebabkan tujuh motor rusak dan sejumlah bangunan hancur karena dirusak oleh kelompok yang terlibat kerusuhan itu.
iNews.id


