Ketua DPW Partai Perindo DKI Jakarta Pernah Jadi Joki Tugas Kuliah demi Bantu Keluarga
Senin 20 Februari 2023 13:14 WIBJAKARTA -- Hidup sejatinya adalah perjuangan. Semangat berjuang pantang menyerah itu pula yang menjadi pelecut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Perindo DKI Jakarta Effendi Syahputra dalam menggapai impian yang dicita-citakan.
Sedari kecil, pria kelahiran tahun 1979 itu ditempa kehidupan yang tak mudah dijalani. Ia harus berpindah-pindah tempat tinggal mengikuti sang ayah yang bekerja di Bank Indonesia (BI).
Effendi Syahputra menghabiskan masa kecil bersama dengan teman sebayanya di Lhokseumawe, Aceh dan Medan, Sumatera Utara.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Ia menempuh pendidikan sekolah dasar di SD Negeri No. 13, Lhokseumawe, Aceh pada tahun 1985 sampai 1991.
Melanjutkan sekolah menengah pertama di SLTP Negeri 1 Lhokseumawe, Aceh pada tahun 1991-1994.
Tumbuh dan berkembang hingga remaja di sebuah provinsi yang dijuluki Serambi Mekkah itu, membuat Effendi merasakan banyak pengalaman berharga. Salah satunya, tentang keberagaman.
"Lahir di Manado, lalu masa kecil itu banyak di Aceh. Aceh kan mayoritas muslim sedangkan ibu saya dahulunya kristiani, karena kan orang Sulut banyak kristianinya jadi saya hidup di dalam keberagaman. Kalau ingat waktu kecil dulu saya ikut lebaran dan natal menikmati masa kecilnya dengan keberagaman dan saya mensyukuri itu," ucap Effendi saat ditemui Wartakotalive.com, di kantor DPP Partai Perindo, Menteng, Jakarta Pusat, belum lama ini.
Lulus pada tahun 1994, pria yang gemar olahraga sepak bola ini melanjutkan pendidikannya di SMU Harapan Medan, Sumatera Utara. Setelah lulus sekolah, dirinya berniat menempuh pendidikan ke perguruan tinggi.
Berbekal keinginan untuk membantu orang lain, berjuang melawan ketidakadilan, dan membela orang yang tidak bersalah sehingga memantapkan hatinya untuk memilih fakultas hukum di Universitas Sumatera Utara (USU).
Baru memulai kehidupan sebagai anak kuliah, Effendi harus menerima kenyataan pahit dalam hidupnya. Di mana pada tahun 1998 perekonomian keluarganya menurun drastis.
"Membuat kami sekeluarga hidup sulit, tidak ada uang tabungan, akhirnya saya kerja sambil kuliah dengan membuat paper atau tugas teman lain yang malas mengerjakan. Dari situ lah saya mempunyai penghasilan sendiri," jelas dia.
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan PartaiPerindo,kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
"Saya jadi belajar untuk lebih kerja keras lagi karena jadi tumpuan keluarga dan saya merupakan anak laki satu-satunya dan saat itu menjadi cambukan diri saya dan jadi titik terendah dalam hidup saya," tambah dia.
Berangkat dari hal tersebut, membulatkan tekad Effendi untuk terus berjuang agar dapat menjadi Advokat.
Masih haus akan ilmu hukum, ia melanjutkan Master Hukumnya di bidang Litigasi di Pasca Sarjana Universitas Gajah Mada, Yogyakarta pada tahun 2012.
Anak dari pasangan Rusli dan Lusi ini ikut terlibat dalam kegiatan-kegiatan pergerakan kampus di era 1998, pernah menjadi Sekjen Pengurus Pusat United Indonesia, kelompok fans pecinta klub Manchester United yang menjadi Klub Sepakbola idolanya selain PSMS Medan di Indonesia.
Effendi juga menulis buku Membangun Politik Non Diskriminasi yang merupakan kajian analisis dari Gugatan Judicial review yang dilakukan dan sukses dimenangkannya terhadap Undang-undang Nomor 8 tentang Pemilu.
Awal Mula Karier
Kegigihannya untuk berkecimpung di dunia hukum patut diakui jempol, lantaran pada tahun 2006 ia berhasil menjadi Advokat Profesional.
Bahkan, pada tahun 2010 Effendi bisa mendirikan Kantor Hukum "Effendi Syahputra & Partners" di Jakarta dan beberapa Kantor Cabang di Kota-kota besar Indonesia.
Alumnus Fakultas Hukum USU ini mulai banyak diperhitungkan setelah sebelumnya tercatat sebagai pendiri dan sempat duduk sebagai Ketua Umum Badan Advokasi Hukum sekaligus anggota Mahkamah Partai di DPP Partai NasDem.
"Saya cukup menyenangi dunia hukum suka baca-baca soal hukum, tetapi akhirnya malah kecebur di politik. Saya pikir antara hukum dan politik sebenarnya tidak terlalu jauh perbedaannya sama-sama sifatnya melayani masyarakat dan tinggal bagaimana kita menempatkan posisi saja, saya sangat tertantang untuk bisa membantu orang banyak," jelas dia.
Politisi muda ini naik pamornya setelah berhasil memenangkan gugatan uji materi terhadap UU Pemilu 2012 yang berimplikasi pada diverifikasinya kembali semua parpol yang akan ikut Pemilu 2014 tanpa terkecuali partai yang telah duduk di parlemen di Mahkamah Konstitusi pada tahun 2012.
Usai menyatakan mundur dari Partai Nasdem bersama-sama para tokoh muda lain, termasuk Hary Tanoesoedibjo (CEO MNC).
Effendi kemudian ikut membidani dan mendirikan Ormas Persatuan Indonesia (Perindo). Sebagai salah satu orang dekatnya, Hary Tanoesoedibjo kemudian mempercayakan mandat sekaligus menunjuk dirinya sebagai Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Ormas Perindo Sumatera Utara.
Hal tersebut pun menjadikan Effendi Syahputra sebagai Ketua DPW Perindo termuda di seluruh Indonesia (33 tahun saat itu).
Bergabungnya Hary Tanoesoedibjo (HT) sebagai Ketua Dewan Pakar sekaligus sebagai Ketua Bappilu di Partai Hanura, maka secara langsung ikut memboyong gerbong besar HT di Partai besutan Wiranto tersebut.
Diketahui memiliki kader-kader yang mumpuni, maka beberapa kader terbaik Perindo pun dipinang masuk dan diusung oleh Partai Hanura untuk tampil dalam pertarungan Pemilu Legislatif 2014, termasuk tokoh muda Effendi Syahputra yang diplot sebagai caleg DPR RI unggulan di daerah pemilihan Sumatera Utara I.
Bertarung di Dapil 1 Sumut Effendi Syahputra tak gentar menghadapi persaingan dengan para tokoh-tokoh besar di Dapil Sumut 1 tersebut.
Sebagai seorang profesional yang terbiasa dan menyukai akan tantangan, dirinya justru merasa sangat bangga dan tertantang untuk bisa bersaing.
Menurutnya, nama populer hanya akan menjadi sebuah nama apabila tidak di barengi oleh kerja-kerja nyata yang ril di lapangan.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Effendi Syahputra tercatat sebagai pengacara beberapa tokoh penting dan korporasi besar baik di luar negeri maupun di Indonesia.
Tercatat juga memimpin beberapa Perusahaan baik yang bergerak dibidang Media maupun di bidang Infrastruktur, serta di bidang pelayanan jasa yang kerap sukses menyelesaikan proyek-proyek besar di berbagai wilayah di Indonesia.
Selain berkutat dalam Profesi dan usaha, dibidang Politik Effendi juga berkiprah dengan mengemban berbagai amanah keorganisasian Partai Politik pada Februari 2015 dilantik sebagai Wasekjend Bidang Politik dan Komunikasi Media DPP Partai Perindo, Ketua Ormas DPW Perindo Sumut, dan terakhir (8 Oktober 2015).
Bidang sosial kemasyarakatan Effendi Syahputra juga tercatat kerap turun melakukan advokasi atau pendampingan hukum terhadap warga masyarakat yang hak-haknya terabaikan, terakhir Effendi turun melakukan advokasi terhadap Warga Sunter Jaya, Pedagang Pasar Cakung Kalimalang, Pedagang Pasar Cermai dan Pedagang Pasar Bahagia.
Effendi Syahputra diberi amanah untuk menghimpun dan mengkonsolidir kekuatan Pemuda di tanah air lewat posisi yang dimandatkan DPP Partai Perindo kepadanya sebagai Ketua Umum DPP Pemuda Perindo.
Tak hanya itu, pada tahun 2022 dirinya juga dipercaya menjadi Ketua DPW Perindo DKI Jakarta.
Wartakotalive.com


