Ketua Partai Perindo Bandung Barat Menyayangkan Salah Satu Parpol Keluar dari Fraksi
Rabu 09 Maret 2022 13:25 WIBBANDUNG -- Ketua DPD Partai Perindo Kabupaten Bandung Barat (KBB), Edi Mirwan menyayangkan keputusan DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) KBB yang memilih keluar dari Fraksi NasDem Pembangunan Indonesia (NPI) dan bergabung dengan partai lain.
"Menyangkut alasan PPP berpisah dari Fraksi NasDem Pembangunan Indonesia (NPI) jujur saya tidak tahu. Itu internal urusan mereka, cuma saya hanya bisa menyayangkan saja," kata Edi Mirwan di Padalarang, Selasa 8 Maret 2022.
BACA JUGA: Legislator Partai Perindo Kotabaru Serap Aspirasi Warga di Kampung Halamannya
Edi mengaku, belum pernah ada pembicaraan sebelumnya dengan DPC PPP KBB terkait keputusan keluar tersebut .
"Saya merasa hubungan kami di fraksi baik-baik saja, tidak ada masalah. Makanya ketika menerima surat dari DPC PPP KBB terkait keputusan keluar dari Fraksi NPI, terus terang saya kaget juga. Baiknya memang dikomunikasikan dahulu, kita kan sama-sama satu fraksi?" ucap Edi yang juga anggota Komisi IV DPRD KBB ini.
Keputusan berpisah dari Partai NasDem dan Partai Perindo tertuang dalam surat pernyataan pencabutan DPC PPP KBB Nomor 011/DPC-PPP-KBB/II/2022.
Surat tersebut ditandatangani Ketua DPC PPP KBB Muhamad Yusup Hasanudin dan Sekretaris Kusairi bulan Februari 2022.
BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo
Meski demikian, Edi menyatakan menerima dengan lapang dada keputusan yang sudah dibuat PPP tersebut. Ia tidak mau mencampuri urusan internal partai berlambang Kabah tersebut.
Menurutnya, dengan keluarnya PPP dari Fraksi NPI secara otomatis harus mengganti nama fraksi tidak lagi memakai kata pembangunan yang merupakan cerminan PPP.
"Nanti kami akan bahas bersama rekan-rekan di NasDem terkait dengan pergantian nama fraksi," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang berkembang di elit partai politik di KBB, PPP akan bergabung dengan Fraksi PDIP yang memiliki 7 kursi.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Dengan bergabungnya PPP ke PDIP berarti fraksi ini sudah mengantongi 10 kursi. Di mana PDIP 7 dan PPP 3 kursi, sehingga koalisi ini sudah bisa mencalonkan bupati untuk Pilkada 2024.
Galajabar


