Ketua Partai Perindo Malang Ajak Pemkot & Masyarakat Proaktif Atasi Banjir
Selasa 22 Maret 2022 16:04 WIBMALANG -- Bencana banjir yang kerap kali menggenangi Kota Malang menjadi pemicu terganggunya aktifitas dan kenyamanan masyarakat yang harus dicarikan solusi.
Berdasarkan pantuan setidaknya terdapat 18 titik lokasi terdampak banjir akibat hujan deras disertai angin kencang selama kurang lebih 1 jam yang terjadi di di Kota Malang pada Jumat (18/3/2022) lalu.
Meliputi kawasan Jalan Borobudur, Letjen S Parman, Ahmad Yani, kawasan Surfat yang berada di Kecamatan Blimbing. Lantas, kawasan Sawojajar, Kecamatan Kedungkandang, Jalan Jaksa Agung Suprapto, Jalan Bareng, dan Jalan Galunggung yang ada di wilayah Kecamatan Klenjong.
BACA JUGA: Politisi Partai Perindo Palangka Raya Minta Pemda Optimalkan Cegah Stunting
Melihat kondisi ini, politisi perempuan asal Kota Malang yang juga Ketua DPD Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Malang Laily Fitriyah Liza Min Nelly turut memberikan sorotan.
Ia menjelaskan belakangan ini Kota Malang hampir selalu tergenang air banjir di beberapa wilayah saat diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi.
"Pertanyaan pun muncul mengapa Kota Malang yang secara geografis merupakan daerah dataran tinggi bisa terdampak banjir?," tanya Laily, Sabtu (19/3/2022).
Dikatakannya banyak faktor yang menjadi pemicunya, salah satunya terus meningkatnya pembangunan. Sejak zaman kolonial sebenarnya telah dipersiapkan sistem drainase agar aliran air hujan tidak menggenang.
"Namun apa daya seiring berkembangnya zaman dan pembangunan yang terjadi di Kota Malang saluran-saluran tersebut terkesan dipaksa untuk tergerus oleh pembangunan yang ada," tukasnya.
BACA JUGA: Untuk informasi dan keanggotaan, kunjungi http://bit.ly/MemberPartaiPerindo
Ia mengatakan selayaknya Pemerintah Kota Malang tanggap terhadap masalah banjir. Peran Pemda sebagai pemangku kepentingan diharapkan bergerak cepat dalam mempersiapkan rencana terbaik yang dapat mengurangi secara perlahan-lahan titik banjir yanga ada di Kota Malang.
"Tetapi akan terjadi keniscayaan jika Pemkot Malang sudah bergerak, namun tidak dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk turut menjaga lingkungan," ungkapnya.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Ia mengungkapkan penanganan banjir menjadi tugas bersama dari semua pihak.
"Banjir di Kota Malang merupakan tugas rumah bersama baik Pemkot Malang dan tentunya kita semua sebagai warga Kot Malang. Mari bersama-sama berperan dalam meminimalisir banjir di Kota Malang," pungkasnya.
Bacamalang


