Daftar Anggota
  • Berita
  • Ketua Pemuda Perindo Rote Ndao Siap Maju di Pilkada 2024, Ini yang Ingin Dibenahi
Ketua Pemuda Perindo Rote Ndao Siap Maju di Pilkada 2024, Ini yang Ingin Dibenahi
Ketua DPD Pemuda Perindo Rote Ndao Paulus Henuk

Ketua Pemuda Perindo Rote Ndao Siap Maju di Pilkada 2024, Ini yang Ingin Dibenahi

Kamis 30 September 2021 22:02 WIB

ROTE NDAO - Mencuatnya nama Ketua DPD Pemuda Perindo Rote Ndao Paulus Henuk yang diusung sebagai bakal calon Bupati pada Pilkada serentak 2024 menjadi pembicaraan hangat. 

Ini setelah DPW Partai Perindo Provinsi NTT dalam Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) akhir pekan lalu mengusulkan Paulus Henuk sebagai bacalon Bupati Rote Ndao di Pilkada 2024 mendatang.

BACA JUGA: Legislator Partai Perindo Labusel Lakukan Terobosan Perbaiki Jalan Desa

Paulus Henuk yang merupakan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Rote Ndao ini menyebut terkait rekomendasi DPW tersebut dirinya menyatakan siap maju sebagai bacalon Bupati Rote Ndao pada Pilkada Serentak 2024.

Menurutnya, dorongan dan dukungan DPD Rote Ndao dan DPW Partai Perindo NTT tentu masih membutuhkan restu dari DPP sehingga kerja-kerja politik untuk kepentingan rakyat perlu terus ditingkatkan dan dibuktikan dirinya.

“Sebagai kader Partai Perindo yang mendapat dorongan dan restu, saya menyatakan siap apabila ada kepercayaan partai dan masyarakat," ujar Paulus melalui sambungan telefon, Kamis (30/9/2021).

Menurutnya dalam pertarungan Pilkada Rote Ndao nanti, dirinya mencoba untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai program peningkatan ekonomi masyarakat, terutama pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata dan sektor lainnya.

"Menjawab masalah kemajuan daerah pada berbagai aspek yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat sebagai alasan bagi saya untuk maju dalam Pilkada 2024," jelasnya. 

Paulus Henuk menjelaskan pembangunan yang adil dan merata dalam skala prioritas perlu menjadi perhatian serius karena masih terdapat desa-desa di Rote Ndao yang belum tersentuh pembangunan seperti infrastruktur jalan, jaringan listrik yang belum sampai ke dusun serta ketersediaan air bersih yang jauh dari memadai.

Selanjutnya, kata dia, berkaitan dengan pelayanan dasar berupa pendidikan dan kesehatan yang juga harus mendapatkan perhatian skala prioritas dengan berbagai indikator dan target capaian yang konkrit. 

Terlebih, saat ini kedua sektor tersebut telah menghabiskan anggaran APBD lebih kurang Rp300 miliar atau sekitar 40% dari total APBD Rote Ndao setiap tahun, namun sayangnya masih ada sekolah-sekolah yang kekurangan guru dan tidak mendapat dana BOS.

Penaemas