KH Dimyati Rois Wafat, Hary Tanoesoedibjo Berduka: Beliau Ulama Kharismatik, Memberi Pengajaran dengan Teladannya
Jumat 10 Juni 2022 17:20 WIBJAKARTA -- Ketua Umum DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo turut berduka cita atas wafatnya Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al Fadhlu Wal Fadhilah di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah, KH Dimyati Rois atau Mbah Dim.
"Turut berduka cita atas wafatnya Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois (Mbah Dim). Beliau juga merupakan Pengasuh Pondok Pesantren Al Fadhlu Wal Fadhilah di Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah," tulis Hary Tanoesoedibjo di akun Twitternya @Hary_Tanoe, Jumat (10/6/2022).
BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo
Hary menuturkan sudah beberapa kali bersilaturahmi kepada Mbah Dim, panggilan akrab beliau, di kediamannya di Komplek Pondok Pesantren Al-Fadlu Jagalan, Kaliwungu, Kendal, Jawa Tengah.
Hary mengenang sosok KH Dimyati Rois sebagai ulama kharismatik, sederhana dan bergaul dengan siapa saja serta memiliki ilmu pengetahuan yang luas.
"Saya beberapa kali bersilaturahmi kepada beliau, ketika saya berkunjung ke Jawa Tengah. Beliau Ulama kharismatik, sosok yang sederhana, bergaul dengan siapa saja, memiliki ilmu pengetahuan yang luas, memberi pengajaran dengan teladannya," ujar Hary.
BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com
Diketahui, Mustasyar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Dimyati Rois wafat pada Jumat (10/6/2022) dinihari.
KH Dimyati Rois atau biasa dipanggil Mbah Dim dimakamkan di Pondok Pesantren Al Fadlu 2 Srogo Desa Sidorejo Brangsong Kabupaten Kendal yang dilangsungkan seusai salat Jumat.
KH Dimyati Rois wafat di usia 77 tahun sekira pukul 01.13 WIB saat menjalani perawatan di RS Tlogorejo Kota Semarang.
Mbah Dim lahir di Tegal Glagah Bulakamba, Brebes, 5 Juni 1945 ini.


