Daftar Anggota
  • Berita
  • Kisah Saidan Gigih Sembuhkan Penyintas Narkoba Usai Lihat Pemuda Overdosis
Kisah Saidan Gigih Sembuhkan Penyintas Narkoba Usai Lihat Pemuda Overdosis
Praktisi gaya hidup sehat, Saidan mengungkapkan banyak pengalamannya sebagai relawan rehabilitasi pecandu narkoba

Kisah Saidan Gigih Sembuhkan Penyintas Narkoba Usai Lihat Pemuda Overdosis

Senin 09 Mei 2022 08:30 WIB

SEBAGAI praktisi gaya hidup sehat, Saidan mengungkapkan banyak pengalaman menarik yang dialami selama ini.

Khususnya sebagai relawan rehabilitasi bagi pecandu narkoba yang mendekam di lembaga pemasyarakatan maupun tempat rehabilitasi di kawasan Lido, Sukabumi, Jawa Barat.

Hatinya makin tergugah saat dirinya menjadi bagian dari relawan Badan Narkotika Nasional (BNN).

Kemudian melihat anak-anak muda di kampung halamannya yang terjerumus ke dalam dunia narkoba.

"Awalnya saya (bertugas) di BNN sebagai relawan. Kenapa saya jadi lebih aware, karena saya melihat di kampung saya, usia 25 tahun meninggal di usia produktif. Mereka overdosis narkoba," ujar Saidan dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia di kanal YouTube Partai Perindo, Sabtu (7/5/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Ia mengatakan ada banyak faktor mengapa orang bisa mengonsumsi narkoba.

Salah satunya adalah tidak memiliki figur untuk membimbingnya, sehingga tergiur mencoba barang haram tersebut.

"Mereka merasa gaya hebat, jadi mereka overdosis dan meninggal. Dari situ saya peduli," kata Saidan.

Untuk memberikan perhatian kepada para penyintas, dia menggunakan pendekatan secara psikologis.

Perlahan-lahan berkenalan, memahami kondisinya, kemudian bicara dari hati ke hati.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Jika para penyintas ini sudah merasa nyaman, kata Saidan, tugas selanjutnya adalah memberikan edukasi, softskill, hingga motivasi agar mereka bisa melanjutkan hidup ke arah lebih baik, usai keluar dari tempat rehabilitasi.

"Setelah mereka menerima saya, kemudian saya berikan edukasi. Setelah keluar, mereka ada yang jadi atlet, mengajar," tandasnya.

Okezone