Daftar Anggota
  • Berita
  • KKB Serang Pekerja, Partai Perindo: Separatisme Papua Harus Segera Dipadamkan!
KKB Serang Pekerja, Partai Perindo: Separatisme Papua Harus Segera Dipadamkan!
Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Pertahanan dan Keamanan, Susaningtyas Kertopati

KKB Serang Pekerja, Partai Perindo: Separatisme Papua Harus Segera Dipadamkan!

Senin 07 Maret 2022 09:42 WIB

JAKARTA - Ketua DPP Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Bidang Pertahanan dan Keamanan, Susaningtyas Kertopati menyoroti penyerangan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kampung Kago, Distrik Ilaga, Puncak, Papua, pada Rabu, 2 Maret 2022 pukul 13.00 WIB. 

Di mana, dalam penyerangan kelompok separatis teroris itu menembak karyawan Palaparing Timur Telematika yang sedang memperbaiki Tower Base Transceiver Station 3 Telkomsel. Ada 8 orang pekerja tewas dalam kejadian tersebut.

BACA JUGA: Dapat Tempat di Hati Masyarakat, Partai Perindo Papua Siap Hadapi Pemilu 2024

Susaningtyas menilai, ada beberapa hal perlu dilakukan, yakni dialog dengan tokoh-tokoh yang anti NKRI. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengetahui apa keinginan mereka.

Kemudian, dialog dengan yang pro NKRI, termasuk dialog dengan kelompok adat, kelompok agama, tokoh pemuda, tokoh agama dan lainnya.

"Kebijakan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk menangani Papua lebih humanis sangat bagus, tetapi juga harus dibarengi kesiapan pengamanan atas kolateral yang bernilai ekonomi serta masyarakat/pekerja sipil," ujar pengamat hankam dan intelijen itu melalui keterangan tertulis, Sabtu (5/3/2022).

BACA JUGA: Untuk informasi dan registrasi keanggotaan Partai Perindo, kunjungi bit.ly/MemberPartaiPerindo

Pihaknya meyakini BINDA sudah melakukan penggalangan dengan baik meski harus lebih dimaksimalkan agar semakin banyak pihak yang pro NKRI.

Ditambahkan Susaningtyas, Papua agak sedikit berbeda dalam penanganan karena mereka adalah separatisme.

Sebagai perbandingan separatisme Moro di Filipina, separatisme Pattani di Thailand dan pemberontak Houthi di Arab Saudi.

Bahkan, di Indonesia bisa dibandingkan bagaimana pemerintah harus membasmi pemberontakan APRA, PRRI, RMS dan lain-lain. Semua berhasil dipadamkan dalam jangka waktu yang berbeda-beda.

"Kita semua berharap agar separatisme Papua dapat segera dipadamkan berdasarkan hukum nasional dan hukum internasional," tuturnya.

BACA JUGA: Untuk informasi tahapan dan mekanisme Konvensi Rakyat, kunjungi konvensirakyat.com

Perang siber yang terjadi di Papua juga harus ditangani dengan serius mengingat banyak informasi berkelit dan yang bersifat adu domba, hoax, ujaran kebencian kepada Pemerintah RI yang sah serta post truth.

Kelompok Separatisme Terorisme Papua (KSTP) saat ini, kata Susaningtyas, sebagian melakukan aksinya berdasarkan pragmatisme bukan lagi hanya berdasarkan ideologi.

"Kita harus mengecam insiden pembunuhan dan tindakan kekerasan fisik yang akibatkan hilangnya nyawa para pekerja dan teknisi lapangan PT PTT di tengah upaya menjalankan tugas melakukan percepatan pemerataan konektivitas digital di Indonesia dan secara khusus di Papua," pungkasnya.

Okezone