Daftar Anggota
  • Berita
  • Konvensi Rakyat Berbasis Digital, Pengamat: Ide HT Menarik!
Konvensi Rakyat Berbasis Digital, Pengamat: Ide HT Menarik!
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanosoedibjo (HT) saat menyampaikan Pidato Kebangsaan dalam Rangka HUT ke-7 Partai Perindo, Jumat (8/10/2021).

Konvensi Rakyat Berbasis Digital, Pengamat: Ide HT Menarik!

Jumat 08 Oktober 2021 20:42 WIB

JAKARTA - Gagasan Konvensi Rakyat Berbasis Digital dideklarasikan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanosoedibjo (HT) pada Pidato Kebangsaannya dalam Rangka HUT ke-7 Partai Perindo, Jumat (8/10/2021) mendapat respons positif dari sejumlah kalangan.

Analis politik Arif Nurul Imam mengatakan, untuk lolos parliamentary threshold di Pemilu 2024, memang diperlukan kerja politik dari sisi kaderisasi dan caleg-caleg yang diajukan serta branding politik yang harus dibangun Partai Perindo ke depan.

"Saya kira target Partai Perindo secara internal yakni harus menata sistem politiknya agar bisa lolos di Pemilu 2024. Sementara secara eksternal, Partai Perindo diharapkan bisa mencetak caleg dan kader agar menjadi pemimpin yang mampu melayani masyarakat," kata Arif di Jakarta, Jumat (8/10/2021).

Dia menilai, gagasan konvensi rakyat berbasis digital yang digaungkan Ketua Umum Partai Perindo memang harus dimulai di masa pandemi Covid-19 ini, hingga menjelang Pemilu 2024.

Tujuannya, tentu saja Partai Perindo harus membangun basis massa, dan menyasar ceruk-ceruk massa yang belum digarap partai politik yang sudah mapan.

"Memang ini menjadi tantangan bagi Partai Perindo, karena persaingan partai politik saat ini sangat ketat, karena itu perlu strategi yang cerdas," ujar Direktur IndoStrategi Research and Consulting itu.

Terkait dengan digitalisasi, saat ini teknologi digital menjadi sebuah kebutuhan mengingat kemajuan dan tuntutan zaman, karena itu partai politik harus beradaptasi untuk melakukan kampanye dengan pola digital.

"Apalagi jumlah pemilih milenial relatif lebih melek digital yang secara prosentase tentu massanya sangat besar di atas 50 persen. Agar survive partai politik harus menyampaikan gagasan maupun programnya secara digital, sehingga dapat menarik simpati publik," ujar Arif.